Presiden Prabowo Gelar Buka Puasa Bersama Ulama, Bahas Ketegangan Timur Tengah

- Kamis, 05 Maret 2026 | 06:50 WIB
Presiden Prabowo Gelar Buka Puasa Bersama Ulama, Bahas Ketegangan Timur Tengah

JAKARTA - Suasana di Istana Negara sore ini tampaknya akan ramai. Presiden Prabowo Subianto menggelar buka puasa bersama dengan sejumlah tokoh ulama terkemuka. Pertemuan yang dijadwalkan Kamis (5/3/2026) ini langsung memantik pertanyaan: akankah situasi panas di Timur Tengah, terutama ketegangan AS-Israel dengan Iran, jadi bahan pembicaraan?

Konfirmasi datang dari Menteri Agama, Nasaruddin Umar.

“Presiden mengundang tokoh-tokoh agama ulama untuk buka puasa (sore ini),” ujarnya.

Menurutnya, daftar tamu yang diundang cukup beragam. Mereka berasal dari berbagai ormas Islam besar hingga para pimpinan pondok pesantren ternama dari berbagai daerah.

“Alhamdulillah seperti biasa seperti yang diundang itu tokoh-tokoh agama, ya ormas-ormas Islam, pimpinan-pimpinan pondok sesuai kapasitas yang ditampung oleh ruangan yang ada,” tambah Nasaruddin.

Ini bukan pertemuan tingkat tinggi pertama yang digelar Prabowo dalam minggu ini. Baru dua hari lalu, Selasa (3/3/2026), Istana Merdeka sudah kedatangan tamu-tamu berat. Mantan presiden, wapres, ketua umum partai, hingga mantan menteri luar negeri memenuhi undangan.

Yang menarik, dua pendahulu Prabowo, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo (Jokowi), terlihat hadir dalam pertemuan tersebut.

Dialog yang berlangsung hampir empat jam itu, seperti dikabarkan, fokus membaca perkembangan geopolitik dunia. Isu utamanya? Eskalasi konflik di Timur Tengah yang makin mencemaskan. Nah, dengan latar belakang itu, buka puasa bersama para ulama hari ini punya nuansa yang agak berbeda. Bisa jadi ini bagian dari upaya merangkul berbagai perspektif, mencari solusi, atau sekadar mendengarkan aspirasi di tengah situasi global yang tidak menentu.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar