Di Helios Hotel Watampone, Kabupaten Bone, suasana tampak ramai sejak Senin pagi. Tanggal 20 April 2026 itu, PKB menggelar Musyawarah Cabang untuk Zona 1, yang mencakup tiga kabupaten: Bone, Sinjai, dan Wajo. Acara ini bukan sekadar rutinitas organisasi. Banyak yang melihatnya sebagai momentum krusial untuk menyatukan suara dan mengokohkan langkah partai ke depan.
Pembukaan resmi dilakukan oleh Rifqy Abdul Halim, anggota DPR RI Komisi VI dari Fraksi PKB. Ia hadir mewakili langsung sang Ketua Umum, Muhaimin Iskandar. Dalam pidatonya, Rifqy tak menyembunyikan kebanggaannya. Capaian PKB di tiga kabupaten itu, khususnya di Bone, disebutnya luar biasa. "Ini adalah prestasi yang membanggakan, terlebih karena berhasil menggeser dominasi partai yang sudah berpuluh tahun berkuasa di sini," ujarnya.
Ia juga menyampaikan pesan dari Muhaimin Iskandar. Intinya, solidaritas dan kekompakan harus dijaga di tengah dinamika politik yang makin kompleks. Konsistensi bekerja untuk rakyat adalah kunci.
Di sisi lain, kehadiran Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, beserta sederet nama penting lain, menunjukkan betapa acara ini mendapat perhatian serius. Turut hadir anggota DPR RI Andi Muawiyah Ramli dan Syamsu Risal, Ketua DPW PKB Sulsel Azhar Arsyad, plus seabrek pengurus, kader, hingga tokoh masyarakat.
Azhar Arsyad, Ketua DPW PKB Sulsel, dalam sambutannya memberi konteks. Muscab di Bone ini adalah yang terakhir dalam rangkaian panjang, setelah sebelumnya digelar di beberapa daerah, mulai dari Kota Palopo. Ia menegaskan, PKB kini sudah berubah. "Kita telah bertransformasi menjadi partai modern," katanya. Salah satu buktinya? Sistem evaluasi kinerja kader yang sudah berbasis digital, membuat segala proses lebih terukur dan transparan.
"Jaga kekompakan," pesannya tegas kepada para kader. "Kalau ada masalah, dibicarakan. Jangan dibiarkan. Dan yang paling penting, perkuat terus koordinasi internal di tingkat DPC."
Sementara itu, dari sisi pemerintah daerah, Wakil Bupati Andi Akmal Pasluddin menyambut hangat. Ia mengucapkan selamat atas terselenggaranya Muscab. Bagi dia, forum seperti ini adalah sarana vital untuk memilih kepemimpinan yang benar-benar berkualitas.
"Politik itu pada hakikatnya adalah pelayanan," ujar Andi Akmal. "Ia juga media perjuangan yang harus diisi dengan hal-hal positif."
Ia mengingatkan, kader mana pun yang terpilih nanti, jangan sampai lupa pada komitmen awal dan tanggung jawabnya kepada masyarakat. Partai politik, dalam pandangannya, punya peran strategis untuk pembangunan daerah. Bukan cuma kendaraan pencari kursi, tapi lebih sebagai wadah perjuangan rakyat biasa.
Lebih jauh, ia mengajak semua kader PKB menjaga soliditas dan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dalam setiap proses organisasi. Andi Akmal juga sempat memaparkan beberapa capaian pembangunan di Bone, menekankan bahwa sinergi dan komunikasi yang baik adalah modal utama untuk memajukan daerah.
Acara itu sendiri dihadiri oleh perwakilan yang cukup lengkap. Mulai dari anggota DPR RI dan DPRD Provinsi, anggota DPRD kabupaten dari Bone, Wajo, dan Sinjai, para ketua DPC, pengurus Nahdlatul Ulama, sampai kader di tingkat PAC dan ranting. Semua hadir. Menandai sebuah fase baru konsolidasi di wilayah itu.
Artikel Terkait
Guru Besar Unhan Tegaskan Modernisasi Pertahanan Indonesia Sudah Jadi Kebutuhan Mutlak
PSM Makassar Bertekad Bangkit Hadapi Persik di Laga Krusial
Makassar Wajibkan Jukir Miliki KTP Lokal, Sinergi dengan Camat dan Lurah Diperkuat
Tangis Haru Calon Siswa Sekolah Rakyat Pecah di Pundak Seskab Teddy