SURABAYA – Pencarian keadilan membawa keluarga korban peluru nyasar ke Gedung DPRD Jawa Timur, Selasa lalu. Mereka datang dengan harapan, tapi juga dengan beban yang terasa berat. Kasus ini diduga terkait latihan menembak anggota Marinir di Karangpilang, Surabaya.
Di hadapan para anggota dewan, Dewi Murniati, ibu dari DFH yang masih 14 tahun, tak bisa lagi menahan tangis. Suaranya terputus-putus saat menceritakan ulang kejadian yang menimpa anaknya. Dia bukan cuma melaporkan insidennya, tapi juga mengadu soal proses penyelesaiannya yang terasa berjalan di tempat, tanpa kejelasan yang memadai.
Menurut pengakuannya, tekanan sempat mereka rasakan selama kasus ini ditangani. Ada permintaan agar peristiwa ini tak disebarluaskan ke publik. Bahkan, keluarga justru diminta untuk membuat surat permohonan maaf kepada institusi terkait. Situasi yang tentu saja menambah luka.
Hingga saat ini, upaya mereka untuk mendapatkan pertanggungjawaban yang jelas belum membuahkan hasil. Rasanya seperti berjalan dalam lingkaran.
“Yang saya utamakan adalah upaya penyembuhan anak saya sampai tuntas,” ujar Dewi.
Artikel Terkait
Hornets Singkirkan Heat di Drama Lima Detik Terakhir Play-In NBA
Napi Korupsi Nikel Keluyuran ke Warung Kopi Usai Sidang, Pengawas Diperiksa
Bupati Takalar Jajaki Investasi China untuk Hilirisasi Sektor Unggulan
Profesor Sembiring Bantah Tudingan Swasembada Bohong, Soroti Data Surplus Beras