Kabupaten Takalar kini mengubah haluan. Strategi pembangunannya tak lagi hanya berfokus ke dalam negeri, tapi mulai membuka mata ke peluang kolaborasi internasional. Caranya? Dengan mengandalkan sektor-sektor unggulan yang mereka miliki.
Baru-baru ini, Bupati Mohammad Firdaus Daeng Manye terbang ke Beijing. Kunjungan resminya ke KBRI di sana punya satu misi utama: menjalin hubungan dan membuka keran investasi dengan mitra-mitra potensial dari China. Ia tak sendirian; Jenny Wijaya, yang menjabat sebagai Liaison Officer khusus untuk hubungan Takalar-China, turut mendampingi.
Di ruang pertemuan KBRI, Bupati Daeng Manye memaparkan sejumlah potensi daerahnya yang siap digarap. Menurutnya, ada beberapa fokus yang sangat menjanjikan.
“Hal ini penting agar sumber daya alam kita memiliki nilai tambah dan mampu menghasilkan produk dengan kualitas yang memenuhi standar pasar internasional,” ujarnya, seperti dikutip dari JawaPos Group.
Ia menegaskan, paradigma pembangunan di Takalar sedang berubah. Tak lagi sekadar mengeksploitasi sumber daya mentah, tapi mengolahnya jadi produk bernilai tinggi. Sektor kelautan dan perikanan, misalnya, disebutnya punya prospek luar biasa.
“Melalui hilirisasi, produk kita bisa naik kelas dan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi di pasar internasional,” tegas Daeng Manye.
Selain pengolahan hasil laut, penerapan sistem pertanian modern dan pengembangan energi terbarukan juga masuk dalam radar. Bahkan, wacana pengembangan kawasan industri terpadu berbasis pesisir ikut dibahas sebagai bagian dari penyiapan ekosistem investasi yang komprehensif.
Di sisi lain, respons dari KBRI Beijing cukup positif. Anindityo Adi Primasto, perwakilan KBRI, menyambut baik inisiatif Pemerintah Kabupaten Takalar ini. Ia menyatakan kesiapan pihaknya untuk menjadi jembatan komunikasi dengan calon investor di China.
Namun begitu, ada beberapa catatan penting yang diberikan. Investor tentu butuh kepastian. Proposal yang kompetitif, regulasi yang jelas, dan infrastruktur yang siap adalah faktor penentu utama. Tanpa itu, minat investor bisa saja menguap.
Kunjungan ini jelas bukan sekadar seremonial. Ia adalah langkah konkret pertama Takalar untuk memperluas jejaringnya di panggung global. Bahkan, peluang untuk terlibat dalam skema besar seperti Belt and Road Initiative pun kini terbuka lebar. Masa depan kolaborasi internasional mereka, nampaknya, baru saja dimulai.
Artikel Terkait
Suwardi Tahir Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua PWI Sulsel Periode 2026–2031
BMKG: Sebagian Besar Wilayah Sulsel Cerah Berawan, Sejumlah Daerah Berpotensi Hujan Ringan-Sedang
Ana/Trias Taklukan Wakil India, Lolos ke 16 Besar Indonesia Open 2026
Ribuan Ikan Mati Mendadak di Saluran Irigasi Karawang, Warga Berbondong Ambil Ikan Hanyut