Kabupaten Takalar kini mengubah haluan. Strategi pembangunannya tak lagi hanya berfokus ke dalam negeri, tapi mulai membuka mata ke peluang kolaborasi internasional. Caranya? Dengan mengandalkan sektor-sektor unggulan yang mereka miliki.
Baru-baru ini, Bupati Mohammad Firdaus Daeng Manye terbang ke Beijing. Kunjungan resminya ke KBRI di sana punya satu misi utama: menjalin hubungan dan membuka keran investasi dengan mitra-mitra potensial dari China. Ia tak sendirian; Jenny Wijaya, yang menjabat sebagai Liaison Officer khusus untuk hubungan Takalar-China, turut mendampingi.
Di ruang pertemuan KBRI, Bupati Daeng Manye memaparkan sejumlah potensi daerahnya yang siap digarap. Menurutnya, ada beberapa fokus yang sangat menjanjikan.
“Hal ini penting agar sumber daya alam kita memiliki nilai tambah dan mampu menghasilkan produk dengan kualitas yang memenuhi standar pasar internasional,” ujarnya, seperti dikutip dari JawaPos Group.
Ia menegaskan, paradigma pembangunan di Takalar sedang berubah. Tak lagi sekadar mengeksploitasi sumber daya mentah, tapi mengolahnya jadi produk bernilai tinggi. Sektor kelautan dan perikanan, misalnya, disebutnya punya prospek luar biasa.
Artikel Terkait
Warga Dipukul dan Dipalak di Depan Pelabuhan Makassar, Padahal Lokasi Dekat Pos Polisi
Hornets Singkirkan Heat di Drama Lima Detik Terakhir Play-In NBA
Napi Korupsi Nikel Keluyuran ke Warung Kopi Usai Sidang, Pengawas Diperiksa
Profesor Sembiring Bantah Tudingan Swasembada Bohong, Soroti Data Surplus Beras