MURIANETWORK.COM - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi membentuk Satgas Reformasi Integritas Pasar Modal Indonesia. Satuan tugas ini, yang melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian serta organisasi pengatur mandiri (SRO) pasar modal, bertugas mengawal pelaksanaan delapan rencana aksi reformasi yang telah dicanangkan otoritas.
Komposisi dan Tugas Pokok Satgas
Pejabat Sementara Ketua OJK, Friderica Widyasari Dewi, menjelaskan bahwa tugas utama satgas adalah memastikan implementasi delapan rencana aksi berjalan konsisten dan tepat waktu. Keberadaan tim ini diharapkan menjadi motor penggerak yang mengawasi setiap tahapan reformasi secara ketat.
"Satgas Reformasi Integritas Pasar Modal Indonesia ini akan beranggotakan Otoritas Jasa Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, serta SRO," tutur Friderica dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (20/2/2026).
Ia menambahkan bahwa meski inti satgas saat ini berasal dari tiga lembaga utama, kolaborasi dengan kementerian atau lembaga lain dimungkinkan di kemudian hari. Komposisi yang fleksibel ini menunjukkan pendekatan yang inklusif untuk menangani kompleksitas pasar modal.
Komitmen Transparansi dan Delapan Rencana Aksi
Friderica, yang akrab disapa Kiki, menegaskan bahwa operasional satgas akan mengedepankan prinsip keterbukaan. OJK berjanji untuk memberikan pembaruan perkembangan secara berkala kepada publik, sebuah langkah yang dinilai penting untuk membangun akuntabilitas.
"Seperti janji kami, tidak ada yang ditutupi dan kami akan sangat transparan dalam menyampaikan update progres dari apa yang kami sampaikan dalam delapan rencana aksi tersebut," pungkasnya.
Delapan aksi reformasi yang dimaksud diluncurkan OJK untuk merespons sentimen negatif pasar dan mengembalikan kepercayaan investor. Paket kebijakan itu mencakup penataan ulang kebijakan free float, transparansi data kepemilikan manfaat akhir (UBO), penguatan data kepemilikan saham, hingga proses demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI).
Rencana lainnya meliputi penegakan peraturan dan sanksi yang lebih tegas, peningkatan tata kelola emiten, pendalaman pasar yang terintegrasi, serta penguatan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.
Respons dari Analis Pasar
Langkah OJK ini mendapat tanggapan dari pelaku pasar. Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi, menyebut delapan rencana reformasi tersebut sebagai "pil pahit" yang diperlukan. Menurutnya, langkah ini penting untuk mengalihkan fokus pasar dari sekadar mengejar jumlah emiten baru menuju peningkatan kualitas dan integritas ekosistem secara menyeluruh.
"Meski ada guncangan jangka pendek, langkah ini wajib dilakukan untuk memulihkan kepercayaan investor jangka panjang," jelas Wafi.
Pandangan tersebut menggarisbawahi bahwa reformasi yang ditempuh OJK, meski berpotensi menimbulkan gejolak sementara, dipandang sebagai fondasi esensial untuk kesehatan dan kredibilitas pasar modal Indonesia di masa depan. Keberhasilan satgas dalam mengkoordinasikan dan memantau pelaksanaannya akan menjadi kunci utama.
Artikel Terkait
ART di Bogor Dilaporkan Dianiaya Majikan hingga Luka-luka
Ledakan Petasan Ilegal di Situbondo Tewaskan Satu Warga dan Rusak Belasan Rumah
Meal Prep Sahur: Solusi Praktis Penuhi Nutrisi di Bulan Ramadan
DPR Susun Aturan Pembatasan Akses Digital untuk Anak Usia Sekolah