ART di Bogor Dilaporkan Dianiaya Majikan hingga Luka-luka

- Jumat, 20 Februari 2026 | 21:10 WIB
ART di Bogor Dilaporkan Dianiaya Majikan hingga Luka-luka

MURIANETWORK.COM - Seorang asisten rumah tangga (ART) berinisial FH (21) menjadi korban penganiayaan oleh majikannya di Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Peristiwa yang diduga dipicu kelalaian korban mematikan kompor ini terjadi pada 22 Januari 2026 dan telah dilaporkan ke Polres Bogor. Kasat PPA/PPO Polres Bogor, AKP Silfi Adi Putri, mengonfirmasi bahwa korban mengalami kekerasan fisik yang mengakibatkan sejumlah luka.

Kronologi Laporan ke Polisi

Setelah mengalami peristiwa kekerasan, korban tidak langsung melapor. Baru pada 23 Januari 2026, atau sehari setelah kejadian, FH mendatangi Polres Bogor dengan didampingi penasihat hukumnya untuk membuat laporan resmi. Proses ini menunjukkan bahwa korban telah mengambil langkah hukum formal untuk menuntut keadilan.

Kasat PPA/PPO Polres Bogor, AKP Silfi Adi Putri, menjelaskan kronologi masuknya laporan tersebut. "Bahwasanya korban atau yang di sini adalah juga pelapor yaitu saudari FH (21) mengalami kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh majikannya pada tanggal 22 Januari 2026," ujarnya kepada wartawan, Kamis (19/2).

Silfi menambahkan, "Dari peristiwa tersebut pada tanggal 23 Januari 2026 saudari FH atau korban di sini didampingi dengan penasehat hukumnya melakukan pelaporan di Polres Bogor."

Kondisi Korban dan Modus Penganiayaan

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, korban mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuh akibat perlakuan majikannya, yang berinisial OAP (37). Kekerasan yang diterima FH tidak hanya satu jenis, melainkan kombinasi tindakan fisik yang menyakitkan.

AKP Silfi Adi Putri memaparkan detail tindakan pelaku. "Pelaku ini melakukan kekerasan fisik terhadap pelapor atau korban, yang mana korban di sini adalah asisten rumah tangga di rumah pelaku dengan cara antara lain ditendang, dicubit dan juga dipukul," jelasnya.

Akibat serangan itu, tubuh FH meninggalkan jejak luka mulai dari kepala, tangan, hingga ke bagian punggung. Pola penganiayaan seperti ini mengindikasikan tingkat kekerasan yang serius dan berpotensi membahayakan keselamatan korban.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar