Di tengah acara buka puasa bersama Munas Persaja, Rabu (15/4) lalu, Jaksa Agung ST Burhanuddin menyampaikan rasa syukurnya. Pasalnya, pembangunan gedung baru Kejaksaan Agung akhirnya rampung. Menariknya, dia justru melihat sisi positif dari musibah kebakaran yang pernah melanda gedung lama sebelumnya.
“Orang Jawa bilang, kebakaran itu membawa hikmah,” ucap Burhanuddin di lokasi acara, Jakarta Selatan.
Dia lalu menjelaskan lebih lanjut. Menurutnya, kejadian itu sejalan dengan niat untuk mengubah banyak hal di tubuh Kejagung. Mulai dari penampilan fisik, sifat, hingga cara kerja. Gedung baru yang sekarang berdiri, katanya, sudah tidak terkesan “kaku” seperti dulu.
Revitalisasi memang masih berlanjut. Tapi untuk gedung utama, Burhanuddin merasa hasilnya jauh lebih baik. Dia menggambarkan perubahannya dengan nada rileks.
“Coba datang, lobi kami sekarang seperti hotel. Kalau dulu ruangan mepet-mepetan, serba dempet, sekarang sudah agak lega. Nggak kayak kantor kelurahan lagi,” ujarnya sambil tertawa.
“Ruang berpikir pun jadi lebih enak. Bayangkan kalau kita harus kerja berdempet-dempetan dengan teman seharian.”
Di sisi lain, proyek pembangunan lain juga terus digeber. Salah satunya adalah Gedung Jampidsus yang baru. Burhanuddin mengaku bersyukur karena semua ini bisa dituntaskan tepat waktu.
“Alhamdulillah, gedung Pidsus yang baru juga sudah jadi,” jelasnya.
Pencapaian ini dianggapnya cukup berarti. Apalagi, rencana pemindahan ibu kota ke Nusantara sudah di depan mata. Meski begitu, transformasi fisik kantornya di Jakarta tetap dianggap sebagai langkah penting untuk mendukung kinerja ke depan.
Artikel Terkait
PSG Juara Liga Champions 2025/2026 Usai Kalahkan Arsenal Lewat Adu Penalti
Maruarar Sirait Resmi Pimpin PIKI, Targetkan Peran Intelektual Kristen dalam Pembangunan Bangsa
Bali Serap Hampir Setengah dari 15,39 Juta Kunjungan Wisman, Menpar Dorong Investasi Merata ke Daerah Lain
Empat Anggota Satu Keluarga Tewas di Tenda Saat Berkemah di Temanggung, Diduga Keracunan Gas Karbon Monoksida