Di tengah situasi global yang serba tak pasti, kabar dari Senayan datang dengan nada lega. Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno menyambut baik kesepakatan Indonesia dengan Rusia untuk pasokan minyak dan gas. Menurutnya, ini secercah berita bagus yang patut disyukuri.
Eddy mengungkapkan apresiasinya terhadap diplomasi energi yang digalang pemerintah.
"Saya kira ini berita gembira untuk kita ya. Dan tentu, kami sangat mengapresiasi diplomasi energi Bapak Presiden yang akhirnya membuahkan hasil,"
Ucap Eddy kepada para wartawan di kompleks parlemen, Rabu lalu. Suasana di gedung MPR/DPR itu tampak biasa saja, tapi pernyataannya jelas membawa angin segar.
Memang, belakangan ini Indonesia seperti banyak negara lain sibuk mencari-cari alternatif untuk memenuhi kebutuhan energinya. Persaingan di pasar global sangat ketat. Semua berebut pasokan, terutama negara-negara dengan konsumsi bahan bakar minyak dan migas yang besar.
Di sisi lain, Eddy tak menyembunyikan rasa syukurnya atas capaian ini. Sebagai politikus PAN, ia merasa langkah strategis di sektor energi ini membawa dampak nyata. Kekhawatiran akan kelangkaan, setidaknya untuk sementara, bisa diredam.
"Jadi kita nggak perlu lagi khawatir tiba-tiba kendaraan mogok, kapal berhenti, atau kereta api tak bisa jalan. Dengan pasokan yang terjamin, rasanya kita sudah masuk zona aman,"
jelasnya dengan nada optimis.
Ia pun berharap keadaan ini bisa bertahan lama. "Mudah-mudahan akan berlangsung seterusnya seperti demikian," tambah Eddy, menutup pembicaraan. Sekarang, tinggal menunggu realisasi di lapangan. Tapi, sinyal positif dari parlemen sudah terkirim jelas ke publik.
Artikel Terkait
BI Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,50 Persen, Respons Tekanan Rupiah Akibat Ketidakpastian Global
Satpol PP Karawang Panggil Pengelola Tempat Hiburan Malam Terkait Video Viral Pesta Diduga Sesama Jenis
Pertamina Naikkan Harga Pertamax Jadi Rp16.250 per Liter, BBM Bersubsidi Tak Berubah
Erick Thohir Sambut Positif Shin Tae-yong Latih Persija, Targetkan Liga Indonesia Tembus 10 Besar Asia