Wamen Dalam Negeri Tekankan Sinergi Pusat-Daerah untuk Dongkrak Ekonomi Lampung

- Rabu, 15 April 2026 | 15:10 WIB
Wamen Dalam Negeri Tekankan Sinergi Pusat-Daerah untuk Dongkrak Ekonomi Lampung

Di ruang forum yang ramai di Bandar Lampung, Selasa lalu, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus menyuarakan hal yang ia anggap krusial. Sinergi. Bukan sekadar kerja sama biasa, tapi penguatan nyata antara Jakarta dan daerah. Tujuannya jelas: mendorong Lampung sebagai salah satu mesin penggerak ekonomi nasional.

“Provinsi Lampung bukan sekadar wilayah administratif,” tegas Wiyagus, Rabu (15/4) melalui keterangan tertulisnya.

“Ia merupakan bagian penting dari simpul pembangunan nasional.”

Pernyataan itu ia sampaikan dalam Lampung Post Executive Forum. Dari perspektif Kemendagri, posisi Lampung dinilai sangat strategis. Bukan cuma soal peta, tapi kontribusi nyata. Misalnya, dalam menopang kebutuhan pangan nasional, termasuk pasokan ke ibu kota. Potensi sebesar ini, menurutnya, harus dikelola optimal. Bukan hanya untuk berkontribusi di tingkat nasional, tapi juga agar benar-benar terasa dampaknya bagi kesejahteraan warga Lampung sendiri.

Di sisi lain, Wiyagus tak menampik bahwa tren ekonomi Lampung belakangan ini cukup menggembirakan. Perkembangannya positif. Namun begitu, ia mengingatkan satu hal. Pembangunan di daerah harus selaras dengan arah kebijakan yang ditetapkan pusat. Jangan sampai ada yang jalan sendiri-sendiri.

“Pembangunan yang kuat ini harus dimulai dari keselarasan arah,” ujarnya.

“Tidak boleh berbeda.”

Ia menggambarkannya seperti sebuah orkestrasi. Pembangunan daerah dan nasional harus saling terhubung, menciptakan harmoni. Dan dalam skema besar itu, ketahanan daerah menjadi fondasi. Fondasi yang kokoh akan menguatkan segala sesuatu di atasnya, termasuk ketahanan nasional.

Tentu, semua itu butuh penopang. Wiyagus menekankan, kunci utamanya adalah peningkatan kualitas SDM. Ia berpendapat, sumber daya alam yang melimpah tak akan banyak artinya tanpa didukung manusia yang kompeten dan punya daya inovasi. Hilirisasi komoditas unggulan, contohnya, butuh SDM yang mumpuni agar nilai tambahnya maksimal.

Selain urusan ekonomi dan SDM, ada hal lain yang tak kalah penting: integritas. Menjaga tata kelola pemerintahan yang bersih dinilainya krusial. Ini untuk menciptakan iklim yang sehat, berkelanjutan, dan terhindar dari masalah hukum yang justru bisa menghambat kemajuan yang sudah dicapai.

Di akhir paparannya, Wiyagus mengajak semua pihak untuk bergerak. Kolaborasi aktif antara pusat dan daerah harus diperkuat. Ini kunci percepatan.

“Saya mengajak semua untuk memperkuat sinergi antara pusat dan daerah secara aktif,” pungkasnya.

“Tidak saling menunggu, tetapi saling memanfaatkan dukungan yang ada.”

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar