Pertemuan empat mata antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron berlangsung cukup lama, lebih dari dua jam. Suasana di Istana Élysée, Paris, digambarkan hangat dan produktif. Ini adalah bagian dari lawatan singkat Prabowo ke dua negara, Rusia dan Prancis, yang baru saja berakhir.
Menurut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, lawatan dua hari itu menargetkan dua dari lima negara pemegang hak veto di PBB. Keduanya punya pengaruh besar, baik di panggung global maupun dalam hal ekonomi dan energi.
"Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Tanah Air setelah melakukan lawatan singkat selama dua hari ke dua negara adidaya dunia, yaitu Rusia dan Prancis, pada 13-14 April 2026."
Begitu penjelasan Teddy, Rabu lalu. Soal apa yang dibicarakan dalam pertemuan itu, fokusnya jelas pada upaya memperkuat kemitraan.
Kerja sama strategis di berbagai sektor prioritas jadi topik utama. Dari energi hingga pendidikan, lalu komunikasi digital, dan tentu saja investasi ekonomi jangka panjang yang diharapkan bisa menguntungkan kedua belah pihak.
Artikel Terkait
Anggota Komisi II DPR Kebingungan, Rapat Bahas Revisi UU Pemilu Dibatalkan Mendadak
Korlantas Polri Tegaskan Pemutihan Pajak Kendaraan Gratis 2026 Adalah Hoaks
Anggota DPR Soroti Klaim Menkes Soal Layanan Peserta BPJS Nonaktif
MAKI Tagih Janji KPK: Penahanan Dua Anggota DPR Terkait Korupsi Dana CSR BI-OJK Harus Segera Direalisasikan