Pasar saham Indonesia menutup pekan ini dengan sentuhan optimis yang cukup menggembirakan. IHSG di akhir sesi Jumat (10/4/2026) melonjak 2,07%, mengantarnya ke posisi 7.458. Penguatan ini bukan cuma sehari, lho. Secara mingguan, indeks malah naik lebih dari 6% – angka yang jelas menunjukkan semangat belanja investor belum padam.
Menurut sejumlah saksi, pergerakan indeks masih didominasi oleh volume pembelian. Artinya, minat untuk masuk pasar masih terbilang kuat.
Nah, dalam laporannya, MNC Sekuritas mencoba membaca pola pergerakan ini. Mereka bilang, posisi IHSG saat ini kemungkinan adalah bagian dari gelombang korektif atau lanjutan. Analisis teknikal mereka menyebut dua skenario label, hitam dan merah. Intinya sih, kondisi ini membuka peluang bagi IHSG untuk terus menguat dan mencoba mengetes area resistance di kisaran 7.592 hingga 7.856.
Meski begitu, jangan terlalu euforia dulu. Investor tetap perlu waspada. Potensi koreksi minor masih mengintai di rentang 7.281–7.409. MNC Sekuritas juga mencatat level support kunci di 7.274 dan 7.184, sementara resistance terdekat ada di 7.500 dan 7.585.
Beberapa Rekomendasi Saham
AMMN – Buy on Weakness
Saham AMMN naik 1,40% ke level 5.425, didorong volume beli yang solid. Analis memperkirakan saham ini sedang di awal gelombang naik (wave C).
Rekomendasi beli di area 5.125–5.300. Target harga bisa dilihat di 5.875 dan 6.300. Tapi, stoploss disarankan di bawah 5.050.
OASA – Spec Buy
Artikel Terkait
Pertamina Enduro Juara Proliga Usai Drama Lima Set Melawan PLN
Stuttgart Hajar Hamburg 4-0 dalam Dominasi Mutlak di Bundesliga
Satgas Cartenz 2026 Ungkap Ladang Ganja 226 Batang di Pegunungan Bintang
Uji Jalan B50 Capai 70%, Target Implementasi Juli 2026