Roti Maros, Camilan Manis Khas Sulawesi Selatan dengan Isian Selai Srikaya

- Rabu, 08 April 2026 | 21:00 WIB
Roti Maros, Camilan Manis Khas Sulawesi Selatan dengan Isian Selai Srikaya

Pertama, kita buat adonan rotinya dulu.

  1. Campurkan tepung terigu, gula pasir, ragi, dan kuning telur dalam satu wadah. Aduk pakai mixer sampai rata.
  2. Tuang susu cair sedikit demi sedikit. Terus aduk sampai adonan mulai kalis.
  3. Masukkan margarin. Uleni lagi sampai adonan benar-benar kalis dan elastis. Setelah itu, diamkan sampai mengembang, kira-kira dua kali lipat ukuran awalnya.

Selanjutnya, kita buat selai srikayanya.

  1. Masak gula merah dengan air di panci kecil. Api kecil saja, biar gula larut sempurna.
  2. Setelah larut, masukkan santan, gula pasir, telur, vanila, dan tepung terigu. Aduk terus ya, jangan sampai ada yang menggumpal. Masak sampai mengental seperti selai pada umumnya. Angkat dan dinginkan.

Penyelesaian:

  1. Adonan roti yang sudah mengembang, bagi jadi sembilan bagian. Bulat-bulatkan.
  2. Siapkan loyang yang sudah dioles margarin. Susun adonan bulat tadi, lalu diamkan lagi sampai mengembang.
  3. Olesi permukaan roti dengan susu cair. Biarkan sekitar 10 menit.
  4. Panggang dalam oven yang sudah dipanaskan di suhu 190 derajat Celsius. Waktunya sekitar 15 menit atau sampai permukaannya kecoklatan. Keluarkan dan dinginkan.
  5. Nah, bagian yang paling seru. Belah roti jadi dua, jangan sampai putus. Olesi bagian dalamnya dengan selai srikaya yang sudah dingin tadi. Pastikan merata!

Begitulah. Roti Maros siap disantap. Lebih enak masih hangat.

Di balik kesederhanaannya, roti ini membawa cita rasa tradisional yang kuat. Setiap gigitan mengingatkan pada kekayaan kuliner lokal. Bukan sekadar camilan, Roti Maros adalah pengalaman. Cocok untuk teman ngobrol santai atau jadi hidangan penutup yang istimewa saat keluarga berkumpul.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar