Pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri akhir pekan lalu masih jadi perbincangan hangat. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, akhirnya buka suara soal apa saja yang dibicarakan dalam pertemuan berdurasi panjang itu.
“Banyak sekali. Banyak sekali ya,” ujar Prasetyo, atau yang akrab disapa Pras, saat ditemui wartawan di sekitar Istana Kepresidenan Jakarta, Sabtu (21/3/2026).
“Hampir kurang lebih pertemuan dua jam, banyak yang didiskusikan,” tambahnya.
Menurut Pras, obrolan berlangsung cair dan diwarnai pertukaran pandangan soal berbagai isu kebangsaan. Kedua tokoh itu, kata dia, saling berbagi cerita dan pengalaman masing-masing saat memimpin negara.
“Bagaimanapun kan Ibu Mega juga pernah menjadi wakil presiden, pernah juga menjadi presiden,” jelas Pras.
“Tentu beliau memiliki pengalaman-pengalaman yang sangat berharga.”
Memang, setiap era punya tantangannya sendiri. Namun begitu, pengalaman masa lalu tetaplah penting. Ia menilai, saling memberi masukan antar pemimpin adalah hal yang baik, bahkan krusial, untuk kemajuan bangsa.
Lalu, apakah isu geopolitik global yang sedang panas turut menyentuh pembicaraan? Pras tak mengelak.
“Iya,” jawabnya singkat, menegaskan bahwa topik tersebut memang tersentuh.
Pertemuan akbar ini sendiri digelar di Istana Merdeka pada Kamis (19/3/2026). Prabowo pun mengabadikan momen tersebut dengan mengunggahnya ke akun Instagram pribadinya, memberi sinyal kuat akan nuansa pertemuan yang ia nilai penting.
Artikel Terkait
Pemerintah Pastikan Anggaran 165 Petugas Penjaga Perlintasan Kereta di Sumatera Barat Aman Hingga 2026, Pembangunan Palang Dimulai 2027
Erin Taulany Bantah Aniaya ART, Balik Tuding Korban Rekam dan Sebar Konten Isi Rumah
Pemkab Bogor Siapkan Rp100 Miliar untuk Pembebasan Lahan Jalur Khusus Tambang di Tiga Kecamatan
Kemensos Targetkan 32.000 Siswa Baru di Sekolah Rakyat pada Juli 2026