Tokoh Madura Islah Bahrawi: Teror Aktivis Tamparan Keras bagi Demokrasi

- Minggu, 05 April 2026 | 21:00 WIB
Tokoh Madura Islah Bahrawi: Teror Aktivis Tamparan Keras bagi Demokrasi

Islah Bahrawi, seorang tokoh dari Madura, tak ragu menyebut teror terhadap aktivis sebagai pukulan telak. Kasus penyiraman air keras yang menimpa Andrie Yunus, menurutnya, adalah tamparan keras bagi bangsa. Terutama di saat kita sedang berupaya mengembalikan marwah demokrasi.

Lelaki itu dengan tegas menyebut pelakunya pengecut. “Teror macam ini,” katanya, “selalu dilakukan oleh para penakut.” Alasannya sederhana: mereka tak sanggup menghadapi kritik dari masyarakat sipil yang justru seharusnya mendominasi ruang demokrasi.

Islah Bahrawi, dalam wawancara dengan Terus Terang Media, Rabu (1 April 2026).

Di sisi lain, aksi teror seperti yang dialami Yunus jelas bertolak belakang dengan amanat reformasi. Andrie dikenal sebagai aktivis yang vokal menyuarakan pemberdayaan sipil dan penolakan terhadap pelanggaran HAM. Negara ini, tegas Islah, harus sepenuhnya dikuasai oleh masyarakat sipil. Bukan oleh kekuatan yang gemar mengintimidasi.

“Tidak boleh lagi atas nama penegakan hukum, tindakan koersif diserang dan dilakukan kepada masyarakat sipil,” tegasnya. “Andrie Yunus adalah kita semua.”

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar