Kapolsek Makassar, Kompol Mustari, membenarkan kejadian itu. Ia menyebut bentrokan ini cuma puncak gunung es dari konflik lama yang tak kunjung padam.
Ia melanjutkan penjelasannya. Saat penyerangan pertama terjadi, seorang pelaku kabur dan meninggalkan motornya. Nah, motor itulah yang kemudian dibakar warga. Tapi cerita nggak berhenti di situ. Kelompok lawan pun balas menyerang.
Lalu apa pemicu sebenarnya? Mustari dengan tegas menyebut akar masalahnya adalah dendam lama yang berputar-putar bagai lingkaran setan.
Saat ini, kondisi kedua korban masih memerlukan perawatan intensif. Mereka ditangani di dua rumah sakit berbeda, yaitu Rumah Sakit Daya dan Rumah Sakit Pelamonia. Di sisi lain, penyelidikan polisi terus berjalan untuk mengungkap dan menindak tegas semua pihak yang terlibat.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, aparat kepolisian kini disiagakan penuh di kedua wilayah tersebut. Tujuannya jelas: menjaga agar situasi tetap kondusif dan mencegah bentrokan susulan yang bisa terjadi kapan saja. Semoga saja ketegangan ini segera mereda.
Artikel Terkait
Keputusan Tahanan Rumah Yaqut Picu Gelombang Permohonan Serupa di KPK
Tokoh Madura Islah Bahrawi: Teror Aktivis Tamparan Keras bagi Demokrasi
Mentan Amran Beri Bantuan Langsung Rp20 Juta ke Pedagang Kerupuk di Bone
JK Bantah Tudingan Danai Upaya Persoalkan Ijazah Jokowi, Akan Laporkan ke Bareskrim