Islah Bahrawi, seorang tokoh dari Madura, tak ragu menyebut teror terhadap aktivis sebagai pukulan telak. Kasus penyiraman air keras yang menimpa Andrie Yunus, menurutnya, adalah tamparan keras bagi bangsa. Terutama di saat kita sedang berupaya mengembalikan marwah demokrasi.
Lelaki itu dengan tegas menyebut pelakunya pengecut. “Teror macam ini,” katanya, “selalu dilakukan oleh para penakut.” Alasannya sederhana: mereka tak sanggup menghadapi kritik dari masyarakat sipil yang justru seharusnya mendominasi ruang demokrasi.
Islah Bahrawi, dalam wawancara dengan Terus Terang Media, Rabu (1 April 2026).
Di sisi lain, aksi teror seperti yang dialami Yunus jelas bertolak belakang dengan amanat reformasi. Andrie dikenal sebagai aktivis yang vokal menyuarakan pemberdayaan sipil dan penolakan terhadap pelanggaran HAM. Negara ini, tegas Islah, harus sepenuhnya dikuasai oleh masyarakat sipil. Bukan oleh kekuatan yang gemar mengintimidasi.
“Tidak boleh lagi atas nama penegakan hukum, tindakan koersif diserang dan dilakukan kepada masyarakat sipil,” tegasnya. “Andrie Yunus adalah kita semua.”
Artikel Terkait
Frankfurt Gagal Pertahankan Keunggulan, Köln Bangkit untuk Raih Poin 2-2
Petrokimia Gresik Sapu Bersih Jakarta Electric PLN 3-0 di Final Four Proliga
Keputusan Tahanan Rumah Yaqut Picu Gelombang Permohonan Serupa di KPK
Mentan Amran Beri Bantuan Langsung Rp20 Juta ke Pedagang Kerupuk di Bone