Laga uji coba Spanyol kontra Mesir berakhir tanpa gol. Tapi, yang bikin heboh justru bukan skor 0-0 itu. Sorotan beralih ke tribun penonton, di mana aksi sekelompok suporter mencoreng pertandingan dengan nyanyian rasis bernada pelecehan terhadap agama Islam.
Pertandingannya sendiri berlangsung sengit. Kedua tim saling serang, menciptakan beberapa peluang bagus. Namun, suasana yang semula panas karena duel di lapangan hijau, berubah jadi muram. Dari kerumunan penonton, terdengar jelas chant atau nyanyian yang dianggap melecehkan.
Banyak yang menduga, nyanyian itu sengaja dilontarkan untuk mengganggu konsentrasi skuad Mesir, yang notabene mayoritas pemainnya beragama Muslim. Insiden ini langsung memantik reaksi beruntun.
Dan salah satu suara paling vokal datang dari pemain Spanyol sendiri, Lamine Yamal. Pemain muda berbakat yang juga seorang Muslim itu jelas-jelas tersinggung.
Ia mengaku merasa terluka. Dalam pernyataannya yang blak-blakan, Yamal menegaskan bahwa tindakan segelintir suporter itu bukan cuma tidak pantas, tapi juga bentuk nyata dari ketidakpedulian terhadap keberagaman.
Bagi Yamal, sepak bola seharusnya jadi perekat, pemersatu perbedaan. Bukan sebaliknya, jadi panggung untuk menyebarkan kebencian. Mengolok-olok keyakinan seseorang, dalam pandangannya, adalah hal yang sama sekali tak bisa diterima di olahraga modern.
Artikel Terkait
PSM Makassar Siapkan 5.193 Tiket Online untuk Duel Sengit Kontra Persis Solo
Perajin Tegal Pangkas Ukuran Tahu Imbas Harga Kedelai Impor Melonjak
Selebrasi Ole Romeny Viral, Jadi Inspirasi dan Sorotan Publik
Pemuda Pencuri Kabel Tersengat 20.000 Volt di Gardu Listrik Jambi