Aturan Larangan Ponsel di Sekolah Makassar Picu Pro-Kontra di Kalangan Siswa

- Kamis, 02 April 2026 | 12:00 WIB
Aturan Larangan Ponsel di Sekolah Makassar Picu Pro-Kontra di Kalangan Siswa

Aturan baru yang membatasi penggunaan ponsel di sekolah-sekolah di Makassar ternyata tak hanya sekadar wacana. Di SMAN 11, misalnya, kebijakan ini benar-benar diterapkan dan reaksi dari para siswa pun beragam, dari yang mendukung penuh sampai yang setengah hati.

Bagi sebagian pelajar, larangan membuka gawai di kelas justru jadi angin segar. Mereka merasa lebih bisa berkonsentrasi, lebih masuk ke dalam materi. Kemampuan membaca dan memahami teks, yang belakangan ini seperti menurun, mulai terasah lagi.

Seperti yang diungkapkan Muhammad Nabil, siswa kelas XII.

"Saya setuju dengan aturan ini. Lihat saja kondisi sekarang, banyak teman-teman yang kemampuan literasinya lemah. Diberi soal, padahal jawabannya jelas ada di dalam teks, tapi mereka tidak bisa menemukannya."

Menurut Nabil, tanpa ponsel di tangan, siswa terdorong untuk lebih mandiri. Mereka membaca buku, berdiskusi, bukan langsung mencari jawaban instan di internet.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar