Aturan baru yang membatasi penggunaan ponsel di sekolah-sekolah di Makassar ternyata tak hanya sekadar wacana. Di SMAN 11, misalnya, kebijakan ini benar-benar diterapkan dan reaksi dari para siswa pun beragam, dari yang mendukung penuh sampai yang setengah hati.
Bagi sebagian pelajar, larangan membuka gawai di kelas justru jadi angin segar. Mereka merasa lebih bisa berkonsentrasi, lebih masuk ke dalam materi. Kemampuan membaca dan memahami teks, yang belakangan ini seperti menurun, mulai terasah lagi.
Seperti yang diungkapkan Muhammad Nabil, siswa kelas XII.
"Saya setuju dengan aturan ini. Lihat saja kondisi sekarang, banyak teman-teman yang kemampuan literasinya lemah. Diberi soal, padahal jawabannya jelas ada di dalam teks, tapi mereka tidak bisa menemukannya."
Menurut Nabil, tanpa ponsel di tangan, siswa terdorong untuk lebih mandiri. Mereka membaca buku, berdiskusi, bukan langsung mencari jawaban instan di internet.
Artikel Terkait
Pemprov Sulsel Tegaskan Anggaran Sewa Helikopter Rp 2 Miliar Belum Direalisasi
Arus Balik Lebaran 2026 Resmi Berakhir, 3,38 Juta Kendaraan Masuk Jabotabek
Kebocoran Diduga Picu Ledakan dan Kebakaran di SPBE Cimuning Bekasi
Camat Pimpin Gotong Royong Bersihkan Irigasi Palakka di Bone