Angka pengangguran di Sulawesi Selatan masih jadi pekerjaan rumah yang serius. Menurut data terakhir, Tingkat Pengangguran Terbukanya menyentuh 4,45 persen. Persoalan inilah yang mendorong Ketua BPD-KKSS Kota Bandung, Ir. H. F. Ermaula Aseseang, untuk menyuarakan gagasan yang menurutnya bisa jadi solusi. Ia menilai, ketergantungan pada APBD saja tak akan pernah cukup untuk membuka lapangan kerja secara signifikan.
Pria yang akrab disapa Levi ini menyampaikan pandangannya usai menghadiri Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI di Makassar, akhir Maret lalu. Dalam diskusi santai dengan beberapa awak media di sebuah kafe, ia menguraikan pemikirannya.
Investasi Harus Terarah, Bukan Sekedar Datang
Ermaula, yang juga pakar perencanaan wilayah lulusan ITB, menekankan bahwa peran pemerintah daerah harus bergeser. Mereka perlu jadi katalisator, bukan sekadar regulator. Caranya? Dengan menyiapkan strategi pembangunan yang benar-benar terencana dan terintegrasi. Investasi yang masuk, menurutnya, jangan sampai bersifat sporadis atau asal-asalan.
"Harus dirancang tematik, agar efek dominonya terhadap ekonomi dan penyerapan tenaga kerja bisa terasa," jelasnya.
Di sisi lain, ia menyoroti sebuah ironi. Sulsel punya kekayaan sumber daya alam yang melimpah, tapi kesejahteraan masyarakatnya belum optimal. "Potensinya luar biasa, tapi manfaatnya belum sepenuhnya dirasakan. Di sinilah peran kita semua, pakar, investor, dan saudagar, untuk berkolaborasi," katanya.
Hilirisasi dan Menyambung Daerah Terpencil
Sebagai jalan keluar, Levi menawarkan konsep hilirisasi yang komprehensif. Intinya, mengintegrasikan daerah-daerah hinterland atau penyangga dengan kota-kota besar dalam satu sistem produksi yang solid. Wilayah pelosok dan kota harus terkoneksi secara fungsional, saling mendukung dalam rantai ekonomi.
Ia mengambil contoh Kota Bandung yang bertransformasi berkat dukungan kampus seperti ITB dan Unpad. Kolaborasi antara teknologi, SDM, dan potensi wilayah itu, dinilainya sangat relevan untuk diterapkan di Sulsel.
Artikel Terkait
Jaksa Penuntut Kasus Mark Up Video Desa Dipertanyakan di DPR
Harga Emas Pegadaian Naik Signifikan per 31 Maret 2026
Disdik Sulsel Wajibkan SMA/SMK Susun SOP Pembatasan Gawai di Sekolah
BNN Sulsel Bongkar Jaringan Narkoba yang Diduga Dikendalikan dari Dalam Lapas