Bos Mafia Skotlandia Buron Interpol Diamankan di Bali

- Selasa, 31 Maret 2026 | 14:30 WIB
Bos Mafia Skotlandia Buron Interpol Diamankan di Bali

Steven Lyons, pria asal Inggris berusia 45 tahun, akhirnya diamankan di Bali. Pria yang jadi buronan Interpol ini bukan orang sembarangan. Di Skotlandia, namanya dikenal sebagai bos mafia yang cukup disegani.

Menurut laporan BBC, dia adalah pimpinan klan Lyons yang bermarkas di Cumbernauld, North Lanarkshire. Klan ini terlibat perseteruan sengit selama lebih dari dua dekade dengan geng saingannya, klan Daniel dari Glasgow. Konflik berdarah itulah yang kemudian mengukuhkan reputasi mereka sebagai organisasi kriminal yang ditakuti.

Hidupnya penuh lika-liku. Tahun 2006, nyawanya nyaris melayang dalam sebuah insiden penembakan di sebuah garasi di Lambhill, Glasgow. Tragedi itu merenggut nyawa sepupunya, Michael Lyons. Setelah kejadian mencekam itu, Steven memilih menghilang. Dia kabur ke Spanyol, sebelum akhirnya menetap di Dubai, Uni Emirat Arab.

Di perantauan, jaringan kriminalnya justru makin melebar. Dia disebut-sebut membangun aliansi dengan kelompok kejahatan Kinahan yang juga berbasis di Dubai. Menurut sejumlah informasi, hubungan dengan Daniel Kinahan mantan promotor tinju itu dijalinnya saat masih tinggal di Costa del Sol, Spanyol.

Stephen Dempster, produser dokumenter 'Kinahan: The True Story of Ireland's Mafia', punya pandangan menarik. Katanya, di pertengahan 2010-an, kelompok Lyons berkembang pesat dan makin makmur berkat memanfaatkan jaringan global kartel narkoba.

Namun begitu, kekerasan ternyata terus membayangi. Mei 2025 lalu, dua orang dekatnya tewas dengan tragis. Saudaranya, Eddie Lyons Jr, dan Ross Monaghan, ditembak mati di sebuah bar tepi pantai di Fuengirola, Costa del Sol.

Malam itu, mereka sedang asyik menonton final Liga Champions. Tiba-tiba saja, seorang pria bersenjata datang dan menembaki mereka. Pelaku diduga bertindak sendirian.

Polisi Spanyol menuding seorang pria asal Liverpool, Michael Riley (44), sebagai otak di balik pembunuhan keji tersebut. Awalnya Riley melawan upaya ekstradisi. Tapi pada Oktober lalu, Crown Prosecution Service mengonfirmasi bahwa dia akhirnya setuju untuk dibawa ke Spanyol untuk diadili.

Beberapa hari pasca penembakan, seorang penyidik Kepolisian Nasional Spanyol menyebut tersangka adalah anggota dari kelompok Daniel, rival lama klan Lyons. Ini seperti mengulang dendam lama.

Tapi, ada catatan lain dari Kepolisian Skotlandia. Mereka bersikeras bahwa tidak ada indikasi kuat pembunuhan di Spanyol itu terkait dengan perang geng yang masih berlangsung di tanah mereka. Menurut mereka, serangan itu juga tidak direncanakan dari Skotlandia. Seolah-olah, meski akar masalahnya sama, kekerasan ini hidup dan bernapas di jalurnya sendiri.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar