Denmark cuma punya 6 juta penduduk. Tapi lihatlah, mereka punya Greenland.
Luas Greenland itu mencapai 2 juta kilometer persegi. Coba bandingkan. Seluruh kepulauan Indonesia jika digabungkan, luasnya 'hanya' sekitar 1,9 juta km². Jadi, pulau milik Denmark ini justru lebih besar.
Skalanya memang luar biasa. Benar-benar gila. Bayangkan sebuah pulau yang begitu luas, dengan kondisi alam yang keras dan biaya hidup yang terkenal mahal.
Cerita kepemilikannya punya sejarah panjang yang menarik. Greenland pertama kali ditemukan oleh para Viking Norwegia sekitar tahun 982 Masehi. Namun, pada abad ke-14, Norwegia memutuskan untuk bergabung dengan Denmark, yang saat itu kekuatannya lebih dominan. Sejak momen itulah, secara historis, Greenland berada di bawah mahkota Denmark.
Lalu, ketika Norwegia memisahkan diri dari Denmark pada tahun 1814, Greenland tidak ikut serta. Wilayah itu tetap dipegang oleh Denmark.
Keputusan ini tentu saja menimbulkan kekecewaan di pihak Norwegia. Bagaimana tidak? Penemu awal Greenland adalah leluhur Viking mereka. Rasanya seperti warisan sejarah direnggut begitu saja.
Tokoh kunci di balik penemuan ini adalah Erik Thorvaldsson, atau yang lebih dikenal sebagai Erik si Merah. Kisahnya cukup dramatis. Dia adalah seorang Viking kelahiran Norwegia yang terpaksa berlayar meninggalkan Islandia setelah terlibat kasus pembunuhan. Pengasingan itu justru membawanya ke sebuah daratan baru di barat.
Dia memberi nama "Greenland" atau Tanah Hijau. Sebuah nama yang terkesan optimis, bahkan terbilang cerdas sebagai strategi marketing pada masanya. Tujuannya jelas: menarik minat para pemukim baru, meski kenyataannya sebagian besar wilayahnya diselimuti es.
Erik lalu mendirikan pemukiman Eropa pertama di tempat yang sekarang disebut Qassiarsuk. Perlu diingat, jauh sebelum kedatangan bangsa Nordik, Greenland sudah dihuni oleh kelompok-kelompok Paleo-Inuit sejak ribuan tahun sebelum Masehi. Tapi dalam catatan sejarah Eropa, Erik si Merah-lah yang diakui sebagai penjelajah pertama dari benua itu yang menjejakkan kaki dan menetap di sana.
Lalu, bagaimana kondisi Greenland sekarang?
Penduduknya tak banyak. Hanya sekitar 56-57 ribu jiwa saja. Mayoritas terkonsentrasi di ibu kota Nuuk dan sepanjang pesisir barat yang bebas es. Komposisi penduduknya didominasi oleh suku Inuit Greenland, dengan minoritas warga Denmark.
Jadi, begitulah. Sebuah negara kecil di Eropa menguasai pulau terbesar di dunia. Sebuah warisan sejarah yang rumit, dimulai dari pengasingan seorang Viking, perebutan pengaruh kerajaan, hingga menjadi rumah bagi komunitas Inuit yang tangguh. Sebuah fakta geopolitis yang selalu menarik untuk diamati.
Artikel Terkait
Muscab PPP Bone Sepakat Dukung Khairul Amran Pimpin Kembali Partai
Guru SMP di Indramayu Diduga Cabuli 22 Siswa, Pelaku Kabur Masuk DPO
Trump dan Melania Dievakuasi Darurat Usai Penembakan di Acara Makan Malam Wartawan Gedung Putih
Basarnas Cari Perempuan 51 Tahun Hilang di Hutan Battang Barat Palopo