Wall Street menutup sesi Rabu dengan pergerakan yang cukup datar. Ini terjadi setelah Federal Reserve, sesuai ekspektasi pasar, memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan. Tapi, suasana konferensi pers pasca-pengumuman justru yang menarik perhatian.
Jerome Powell, sang Ketua The Fed, dengan tegas menolak mengomentari penyelidikan yang dilayangkan pemerintahan Trump terhadap bank sentralnya. Dia sama sekali tak mau menyentuh topik itu.
Padahal, sebelumnya sempat ada sentimen positif. Indeks S&P 500 bahkan sempat melesat dan menembus level psikologis 7.000 poin untuk pertama kalinya tak lama setelah bel pembukaan dibunyikan. Sayangnya, euforia itu tak bertahan lama.
Pada penutupan, S&P 500 akhirnya merosot dan bertengger di 6.978,52 poin. Pergerakan Dow Jones Industrial Average pun bisa dibilang flat, berakhir di 49.015,54 poin. Hanya NASDAQ Composite yang berhasil mencatatkan keuntungan, meski tipis, sebesar 0,2 persen ke level 23.857,45.
Keputusan The Fed kali ini menandai berakhirnya rangkaian pemotongan suku bunga berturut-turut, yang masing-masing sebesar 25 basis poin. Fokus pasar kemudian beralih ke Powell, menanti apakah dia akan angkat bicara soal investigasi Departemen Kehakihan AS terkait renovasi gedung Fed.
Namun begitu, harapan itu pupus. Powell memilih bungkam.
Dia menganggap penyelidikan itu lebih sebagai bentuk hukuman, karena The Fed dianggap tidak mengikuti preferensi suku bunga yang diinginkan Presiden Donald Trump.
Situasi politik ini makin berwarna mengingat masa jabatan Powell sendiri akan berakhir pada Mei 2026. Di sisi lain, Presiden Trump sudah memberi sinyal. Dia mengatakan akan segera mengumumkan siapa kandidat pilihannya untuk memimpin Federal Reserve yang baru.
Artikel Terkait
Laba Bersih PTBA Melonjak 104,8 Persen di Kuartal I-2026 Meski Pendapatan Stagnan
Paradise Indonesia (INPP) Cetak Laba Rp44 Miliar di Kuartal I-2026, Segmen Komersial Jadi Motor Pertumbuhan
Wall Street Beragam di Tengah Reli Bulanan, S&P 500 dan Nasdaq Catat Kenaikan Terbaik Sejak 2020
Wall Street Berakhir Campur Aduk, S&P 500 Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak 2020