Powell Bungkam Soal Investigasi Trump, Wall Street Kehilangan Arah

- Kamis, 29 Januari 2026 | 06:50 WIB
Powell Bungkam Soal Investigasi Trump, Wall Street Kehilangan Arah

Wall Street menutup sesi Rabu dengan pergerakan yang cukup datar. Ini terjadi setelah Federal Reserve, sesuai ekspektasi pasar, memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan. Tapi, suasana konferensi pers pasca-pengumuman justru yang menarik perhatian.

Jerome Powell, sang Ketua The Fed, dengan tegas menolak mengomentari penyelidikan yang dilayangkan pemerintahan Trump terhadap bank sentralnya. Dia sama sekali tak mau menyentuh topik itu.

Padahal, sebelumnya sempat ada sentimen positif. Indeks S&P 500 bahkan sempat melesat dan menembus level psikologis 7.000 poin untuk pertama kalinya tak lama setelah bel pembukaan dibunyikan. Sayangnya, euforia itu tak bertahan lama.

Pada penutupan, S&P 500 akhirnya merosot dan bertengger di 6.978,52 poin. Pergerakan Dow Jones Industrial Average pun bisa dibilang flat, berakhir di 49.015,54 poin. Hanya NASDAQ Composite yang berhasil mencatatkan keuntungan, meski tipis, sebesar 0,2 persen ke level 23.857,45.

Keputusan The Fed kali ini menandai berakhirnya rangkaian pemotongan suku bunga berturut-turut, yang masing-masing sebesar 25 basis poin. Fokus pasar kemudian beralih ke Powell, menanti apakah dia akan angkat bicara soal investigasi Departemen Kehakihan AS terkait renovasi gedung Fed.

Namun begitu, harapan itu pupus. Powell memilih bungkam.

Dia menganggap penyelidikan itu lebih sebagai bentuk hukuman, karena The Fed dianggap tidak mengikuti preferensi suku bunga yang diinginkan Presiden Donald Trump.

Situasi politik ini makin berwarna mengingat masa jabatan Powell sendiri akan berakhir pada Mei 2026. Di sisi lain, Presiden Trump sudah memberi sinyal. Dia mengatakan akan segera mengumumkan siapa kandidat pilihannya untuk memimpin Federal Reserve yang baru.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler