Masyarakat sebaiknya bersiap. Ada potensi perubahan harga BBM yang rencananya bakal diumumkan tepat pada 1 April 2026 nanti. Seperti biasa, penyesuaian ini berlaku mulai tengah malam.
Nah, sampai detik ini, belum ada kejelasan apakah harganya bakal naik atau justru turun. Baik untuk BBM subsidi maupun yang nonsubsidi. Situasinya memang serba nggak pasti.
Namun begitu, tekanan untuk menaikkan harga terasa semakin kuat. Pemicu utamanya? Dinamika global yang lagi panas. Konflik di Selat Hormuz jalur vital untuk kapal tanker minyak bikin harga minyak mentah dunia meroket. Harga acuan Brent saja sudah menyentuh level US$115,25 per barel. Kondisi ini jelas memperbesar peluang kenaikan harga, terutama untuk BBM nonsubsidi.
Meski ancaman kenaikan menggantung, harga di pom bensin seperti Pertamina, Shell, BP, dan Vivo untuk sementara masih bertahan sesuai tarif 1 Maret lalu.
Analis Ramal BBM Nonsubsidi Bakal Naik
Di kalangan ekonom, prediksi kenaikan harga BBM nonsubsidi bulan depan sudah mulai mencuat. Lukman Leong, Chief Analyst Doo Financial Futures, menyebut Pertamax (RON 92) berpotensi melonjak ke kisaran Rp13.500 sampai Rp14.500 per liter. Saat ini harganya masih Rp12.390.
“Pemerintah akan mengasumsi yang terburuk, secara bukan hanya harga yang tinggi, tetapi pasokan juga sangat ketat yang masih bisa bertahan lama. Alternatif pemerintah bisa menaikkan harga lebih sedikit, namun menggunakan kuota pemakaian per kendaraan,”
ujar Lukman.
Ia bahkan tak menutup kemungkinan BBM subsidi seperti Pertalite ikut naik, mungkin ke angka Rp10.500 - Rp11.000 per liter, kalau saja pemerintah memutuskan untuk tidak menahan harganya.
Artikel Terkait
Komnas HAM Periksa Polda Metro Terkait Penyerangan Aktivis KontraS
Polisi Pastikan Stok BBM di Bone Normal, Antrian Panjang Disebabkan Kecemasan Warga
Prajurit TNI Gugur dalam Serangan Artileri di Lebanon Selatan
Pemerintah Genjot Biofuel dan Bioetanol untuk Kemandirian Energi