Pokon, Hidangan Khas Toraja yang Sarat Makna dalam Ritual Rambu Solo

- Kamis, 26 Maret 2026 | 15:00 WIB
Pokon, Hidangan Khas Toraja yang Sarat Makna dalam Ritual Rambu Solo

Pria dan Api Kayu Bakar

Sementara para ibu sibuk membungkus, kaum pria mengambil peran lain. Mereka menyiapkan tungku besi dan mengumpulkan kayu bakar. Pokon dimasak dalam kuali aluminium besar.

Sebelum pokon dimasukkan, dasar kuali dialasi daun pandan. Fungsinya agar aroma lebih wangi dan rasa pokon lebih enak. Beras ketan yang sudah terbungkus rapi lalu ditata berjejer di dalamnya. Ditutup lagi dengan daun pandan, lalu dituangi air sampai semuanya terendam.

Proses perebusannya lama, bisa 3 sampai 5 jam. Api dari kayu bakar harus dijaga agar tetap stabil, tidak terlalu besar juga tidak kecil. Butuh kesabaran.

Yang menarik, pokon yang sudah matang tidak langsung dimakan hari itu juga. Makanan ini justru disajikan keesokan harinya, saat berlangsung prosesi ma’tammu tedong atau ma’pasa’ tedong acara pengumpulan kerbau yang akan dipotong untuk upacara. Jadi, pokon adalah bagian dari rangkaian ritual yang penuh makna, sekaligus pengikat kebersamaan.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar