Pria dan Api Kayu Bakar
Sementara para ibu sibuk membungkus, kaum pria mengambil peran lain. Mereka menyiapkan tungku besi dan mengumpulkan kayu bakar. Pokon dimasak dalam kuali aluminium besar.
Sebelum pokon dimasukkan, dasar kuali dialasi daun pandan. Fungsinya agar aroma lebih wangi dan rasa pokon lebih enak. Beras ketan yang sudah terbungkus rapi lalu ditata berjejer di dalamnya. Ditutup lagi dengan daun pandan, lalu dituangi air sampai semuanya terendam.
Proses perebusannya lama, bisa 3 sampai 5 jam. Api dari kayu bakar harus dijaga agar tetap stabil, tidak terlalu besar juga tidak kecil. Butuh kesabaran.
Yang menarik, pokon yang sudah matang tidak langsung dimakan hari itu juga. Makanan ini justru disajikan keesokan harinya, saat berlangsung prosesi ma’tammu tedong atau ma’pasa’ tedong acara pengumpulan kerbau yang akan dipotong untuk upacara. Jadi, pokon adalah bagian dari rangkaian ritual yang penuh makna, sekaligus pengikat kebersamaan.
Artikel Terkait
Bahlil: 20 Proyek Hilirisasi Tahap Awal Sudah Mulai, Investasi Capai Rp239 Triliun
Warga Makassar Bentrok dengan Petugas Tolak Penggusuran Kios di Jalan Satando
Video Viral: Juru Parkir di Makassar Acungkan Pisau Saat Bentrok dengan Warga
Pantai Mandala Ria Bulukumba: Pesona Alam dan Jejak Sejarah Operasi Mandala