Di tengah semua penetapan itu, ada satu nama yang mencolok hilang: Kim Yo Jong. Adik perempuan Kim Jong Un itu tidak tercantum dalam daftar anggota Komisi Urusan Negara yang dirilis KCNA. Padahal, sejak 2021, ia selalu menduduki posisi tersebut.
Kehilangan ini langsung memicu berbagai tanya. Kementerian Unifikasi Korea Selatan, misalnya, menyatakan sedang menelusuri alasan di balik ketidakhadirannya.
Tapi jangan buru-buru berasumsi. Bagi sejumlah pengamat, absennya Kim Yo Jong belum tentu pertanda buruk.
Lim Eul-chul, profesor dari Universitas Kyungnam, punya pandangan menarik.
“Ketidakhadirannya menunjukkan bukan penurunan status, melainkan pembagian peran yang strategis,” ujarnya.
Ia menambahkan, Kim Yo Jong masih memegang kekuasaan yang cukup besar sebagai direktur departemen di Partai Pekerja. Bisa jadi, ini adalah bentuk fokus baru mungkin ia lebih dikonsentrasikan untuk mengurusi koordinasi kebijakan internal partai, yang tak kalah krusial.
Artikel Terkait
Gempa Magnitudo 2,1 Guncang Bogor, Tak Ada Laporan Kerusakan
Verdonk Picu Ketegangan dengan Greenwood, Lille Menang atas Marseille
Bripka Septian Gugur Saat Amankan Mudik di Pekalongan
Kemenhub Imbau Pemudik Manfaatkan WFA untuk Hindari Puncak Arus Balik 24 Maret