Presiden Donald Trump tak main-main. Kali ini, lewat akun Truth Social-nya, ia memberi ultimatum keras kepada Iran: buka Selat Hormuz dalam 48 jam, atau AS akan menyerang.
Targetnya? Fasilitas listrik utama di Teheran. "Jika Iran tidak SEPENUHNYA MEMBUKA, TANPA ANCAMAN, Selat Hormuz, dalam waktu 48 JAM dari saat ini, Amerika Serikat akan menyerang dan menghancurkan berbagai pembangkit listrik mereka, DIMULAI DENGAN YANG TERBESAR TERLEBIH DAHULU!" tulisnya.
Ultimatum ini bukan muncul dari ruang hampa. Sejak perang AS dan Israel melawan Iran pecah akhir Februari lalu, Iran merespons dengan menutup selat itu. Bagi mereka, ini adalah balasan atas serangan militer yang mereka terima.
Masalahnya, Selat Hormuz bukan selat biasa. Ini urat nadi energi dunia. Sekitar seperlima minyak mentah dan gas alam cair global harus melewati jalur sempit ini. Penutupannya, ya, bikin pusing tujuh keliling.
Artikel Terkait
Lingkar Madani Kritik Keras Pengalihan Tahanan Yaqut ke Rumah oleh KPK
ICW Desak KPK Jelaskan Alasan Pengalihan Tahanan Yaqut ke Rumah
KPK Tegaskan Semua Tahanan Berhak Ajukan Tahanan Rumah, Termasuk Yaqut
160 Warga Binaan di Makassar Terima Remisi Idul Fitri, Tiga Langsung Bebas