Presiden Prabowo Subianto angkat bicara menanggapi keraguan soal komitmen pemerintah dalam menjalankan rekomendasi reformasi Polri. Bagi Prabowo, niat memperbaiki sebuah lembaga termasuk kepolisian tak selalu harus bergantung pada tim reformasi. Meski begitu, ia mengakui komite semacam itu adalah alat bantu yang penting.
Dalam diskusi bersama jurnalis dan pengamat yang ditayangkan Minggu (22/3/2026), Prabowo menjelaskan pandangannya.
"Jadi yang saya katakan adalah hasrat untuk memperbaiki semua lembaga termasuk kepolisian itu tidak semata-mata harus dari suatu komite reformasi. Tapi komite reformasi adalah alat bantu yang sangat penting,"
Pemerintah, menurutnya, akan mengkaji langkah-langkah perbaikan mana yang bisa segera dijalankan dan mana yang perlu ditunda. Semua pertimbangan tentu akan diperhitungkan. Ia menekankan, negara mutlak membutuhkan lembaga penegak hukum yang profesional, bersih, dan punya integritas.
"Ya, kita pelajari nanti yang mana kita bisa lakukan cepat, kita lakukan. Yang mana kita anggap belum bisa dilakukan, ya kita mungkin tunda ya kan nanti ada banyak argumen, ya kita lihat nanti. Kita akan ambil keputusan yang rasional tapi bahwa negara butuh lembaga-lembaga penegak hukum yang profesional, yang bersih, yang tidak korup, yang penuh integritas itu mutlak,"
Karena itulah, ia menegaskan komitmen pribadinya untuk membenahi kondisi-kondisi yang dinilai belum ideal, tak hanya di kepolisian tapi juga institusi lain.
"Jadi kalau saya serius terhadap sumpah saya, ya saya harus memperbaiki kondisi-kondisi yang tidak baik itu, termasuk kondisi-kondisi di lembaga-lembaga kita,"
Prabowo punya pandangan menarik soal citra buruk suatu lembaga. Menurutnya, seringkali masalah itu muncul dari ulah segelintir oknum yang punya kuasa. Padahal, mayoritas aparat di lapangan sebenarnya bekerja dengan baik.
"Ya itu situasinya begitu. termasuk kepolisian. Tapi tidak hanya terbatas kepada kepolisian. Jadi saya katakan begini, kita juga harus fair, selalu itu adalah nilai setitik merusak susu sebelanga. Mungkin beberapa oknum oknum tapi dia punya power dia bisa berbuat seenaknya. Tapi ratusan ribu polisi yang lain terkena nama jeleknya,"
Oleh karena itu, strateginya adalah memberi kesempatan bagi tiap lembaga untuk melakukan pembenahan internal dulu. Ia mengambil analogi audit. Saat ditemukan ketidakberesan, pimpinan diberi waktu untuk memperbaiki diri sebelum tindakan tegas diambil.
"Makanya sekali lagi saya, pertama saya ingin memberi kesempatan tiap lembaga membersihkan diri. Ini banyak yang tidak dipercayai orang tapi dalam leadership kadang-kadang itu jalan yang terbaik ya. Kita umpamanya lihat ada situasi seperti ini. Sama juga mungkin audit ya,"
"Kalau audit enggak beres, dia datang kasih tahu pimpinan, 'Eh, kamu enggak beres loh. Kau bisa perbaiki diri enggak?' Kalau kau perbaiki diri, saya kasih kesempatan 3 bulan kau perbaiki, masih kurang 3 bulan lagi,"
Di sisi lain, Prabowo mengaku sudah melihat tanda-tanda perbaikan. Penindakan terhadap aparat bermasalah mulai terlihat, baik di Polri maupun TNI. Ia juga menyentil persoalan klasik seperti tambang ilegal dan penyelundupan, yang menurutnya mencerminkan kelemahan pengawasan di lapangan.
"Saya lihat sekarang kepolisian banyak menindak perwira-perwira yang enggak beres yah. Kalau kita lihat ada apa Kapolres ada ya beberapa ini, ya saya kira itu arah yang lebih baik dan juga TNI ada perwira-perwira TNI yang enggak beres juga. Penyelundupan itu pasti pasti terjadi karena lemahnya penegak hukum dan TNI angkatan laut bagaimana. Iya kan?"
Artikel Terkait
Menteri Imigrasi Siapkan 968 Lokasi Kerja Sosial dan Usul 100 Lapas Baru untuk Terapkan KUHP Baru
DWP dan WBI Peringati Hari Kartini dengan Penghargaan Kartini Muda Award dan Bazar UMKM
Kapal Induk Prancis Charles de Gaulle Dikerahkan ke Laut Merah untuk Amankan Selat Hormuz
BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Kamis Pekan Depan, Siklon Tropis dan Hujan Lebat Mengintai Lima Wilayah