Suasana malam di Baghdad kembali pecah oleh dentuman. Pusat diplomatik dan logistik Amerika Serikat di Bandara Internasional kota itu menjadi sasaran, lagi. Kali ini, delapan serangan terpisah dilancarkan sepanjang Sabtu malam hingga menjelang subuh.
Menurut seorang pejabat keamanan senior Irak yang enggan disebutkan namanya, serangan itu memakai campuran roket dan drone. Beberapa di antaranya disebut jatuh di sekitar area pangkalan. "Delapan serangan terpisah, dilakukan hingga subuh, menargetkan pusat AS," ujarnya.
Ia menambahkan, "Beberapa roket mendarat di dekat pangkalan."
Namun begitu, angka pastinya sedikit beragam. Pejabat keamanan lain yang juga diwawancarai menyebut setidaknya ada enam serangan. Sementara dari pihak kepolisian, ada temuan menarik: sebuah peluncur roket diam-diam ditinggalkan di sebuah distrik di Baghdad yang letaknya tak jauh dari bandara.
Ini bukan kali pertama, tentu saja. Kompleks bandara internasional itu sudah berkali-kali jadi bulan-bulanan sejak konflik di Timur Tengah meledak akhir Februari lalu. Serangan datang silih berganti, seolah tak ada habisnya.
Di sisi lain, kelompok-kelompok bersenjata yang diduga berpihak pada Iran kerap mengklaim aksi-aksi semacam ini. Mereka menyasar kepentingan AS di Irak dan sekitarnya. Tapi balasannya juga kerap datang. Serangan balik terhadap kelompok-kelompok itu pun rutin terjadi, membuat situasi semakin rumit dan berlarut-larut.
Artikel Terkait
Anggota DPR Dorong BGN Jadikan Temuan 100 SPPG Fiktif di Cilacap sebagai Momentum Pembenahan Total
DPR Desak TNI dan Kemlu Siapkan Rencana Cadangan Pembebasan Empat WNI Sandera Perompak Somalia
Sidang Perdana Tiga Pejabat Bea Cukai Tersangka Suap Impor Rp71 Miliar Digelar Pekan Depan
Harga Minyak Dunia Anjlok ke Titik Terendah Empat Bulan, Rupiah Tertekan ke Rp17.954 per Dolar AS