JAKARTA – Pesan tegas datang dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk para penyelenggara negara dan kepala daerah: jangan coba-coba. Lembaga antirasuah ini memastikan operasi penindakan korupsi tidak akan berhenti, bahkan saat libur Lebaran 2026 nanti. Mereka tetap siaga.
Peringatan itu disampaikan Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu. Ia berbicara usai mengumumkan penahanan Bupati Cilacap, Syamsul Aulia Rachman, yang baru saja terjaring operasi tangkap tangan (OTT). Kasusnya diduga kuat terkait pemerasan terhadap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk mengumpulkan tunjangan hari raya (THR) pribadi dan bagi Forkopimda.
“Jangan berpikir karena Lebaran kami akan mudik dan membiarkan korupsi terjadi. Tidak sama sekali,” kata Asep dengan nada keras dalam konferensi pers, Minggu (15/3/2026).
“Kami akan tetap hadir untuk bertindak jika masih ada yang bandel.”
Ia menegaskan, aparat penegak hukum di KPK tidak akan lengah. “Jadi, jangan dikira semua penyidik kami mudik. Tidak,” ucapnya singkat.
Artikel Terkait
Simon Grayson Resmi Jadi Asisten Pelatih Timnas Indonesia
Raphinha Cetak Hattrick, Barcelona Hancurkan Sevilla 5-2
Manchester United Kalahkan Aston Villa 3-1, Raih Tiga Poin Krusial di Old Trafford
IHSG Anjlok 3,05%, Analis Soroti Support Kunci yang Jebol