Dini hari yang sunyi di Muara Baru, Jakarta Utara, tiba-tiba berubah menjadi momen genting. Patroli polisi dari Tim Perintis Presisi Samapta Polda Metro Jaya berhasil menggagalkan sekelompok pemuda yang diduga hendak bentrok, Minggu (15/3/2026) dini hari tadi. Aksi itu nyaris terjadi.
Menurut Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo, Dirsamapta Polda Metro Jaya, anggota patroli langsung bergerak begitu melihat gelagat mencurigakan dari sekumpulan pemuda itu.
"Ketika anggota menemukan adanya kelompok pemuda yang diduga akan melakukan tawuran, petugas segera melakukan tindakan kepolisian guna mencegah terjadinya gangguan keamanan yang lebih luas,"
Ujarnya di Jakarta, seperti dilaporkan Antara.
Operasi ini sendiri sudah dimulai sejak pukul setengah satu pagi. Fokusnya jelas: meninjau titik-titik rawan di Jakut yang sering jadi lokasi keributan. Patroli rutin, tapi malam ini hasilnya konkret.
Nah, saat melakukan penyisiran di Jalan Muara Baru, perhatian petugas tertuju pada sebuah kerumunan. Ada yang tak beres. Mereka lalu mendekat dan memeriksa.
Dari pemeriksaan itu, tiga buah celurit berhasil diamankan. Senjata tajam itu diduga kuat bakal dipakai untuk tawuran. Tanpa basa-basi, para pemuda di lokasi pun diamankan.
Wahyu menegaskan, langkah ini diambil untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. "Para pemuda yang berada di lokasi kemudian diamankan oleh petugas guna mencegah terjadinya potensi gangguan keamanan yang dapat meresahkan masyarakat," katanya.
Pada akhirnya, ini semua bagian dari upaya menjaga ketertiban. Patroli Perintis Presisi memang digelar untuk memastikan keamanan warga di wilayah hukum Polda Metro Jaya tetap terjaga, terutama di jam-jam kritis seperti dini hari. Malam itu, ancaman berhasil diredam sebelum semuanya jadi berantakan.
Artikel Terkait
Gempa 7,8 di Filipina Angkat Dasar Laut Hingga 2 Meter, 61 Tewas dan 40 Hilang
Trump Klaim Kesepakatan Timur Tengah Akan Ditandatangani Besok, Iran Bantah
Megawati Resmikan Renovasi Istana Gebang di Blitar, Rumah Masa Kecil Bung Karno
Pemerintah Mulai Bangun Sekolah Nasional Terintegrasi, Satu di Antaranya di IKN