Wabup Bone Bahas Nasib Tenaga Honorer Pertanian dengan Kementan

- Kamis, 12 Maret 2026 | 16:00 WIB
Wabup Bone Bahas Nasib Tenaga Honorer Pertanian dengan Kementan

Di sisi lain, Andi Akmal tak mau tinggal diam. Ia menegaskan komitmen Pemkab Bone untuk terus menyuarakan aspirasi para pekerja honorer ini. Bukan cuma di sektor pertanian, tapi juga di sektor-sektor lain yang punya andil besar dalam pembangunan daerah.

“Masalahnya, banyak dari mereka yang sudah puluhan tahun mengabdi. Tapi kepastian status lewat formasi PPPK masih seperti mimpi,” ujar Andi Akmal. Suaranya terdengar serius. Ia mengakui, perjalanan untuk mencari solusi memang tidak mudah. Namun, pemerintah daerahnya akan terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Jakarta.

“Melalui koordinasi ini, kami berharap bisa membangun sinergi yang solid dengan pemerintah pusat. Kebijakan penataan tenaga honorer harus memberikan kejelasan. Yang paling penting, rasa keadilan bagi mereka yang sudah lama mengabdi tak boleh diabaikan.”

Pertemuan di Jakarta ini bukan sekadar formalitas belaka. Ia adalah bagian dari upaya sistematis Pemkab Bone untuk menyelaraskan kebijakan daerah dengan pusat. Intinya, mereka ingin memastikan bahwa para tenaga kontrak di lapangan yang sehari-hari bersentuhan dengan petani bisa tetap bekerja dengan tenang. Keberlanjutan peran mereka dianggap kunci bagi kemajuan sektor pertanian Bone ke depan.

Langkah ini diambil di tengah harapan yang masih samar-samar. Tapi setidaknya, dengan duduk bersama, ada pintu dialog yang terbuka. Dan bagi banyak penyuluh di Bone, itu sudah jadi secercah kabar baik.

Disusun dari keterangan resmi dan laporan pertemuan.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar