Saudi Undang Seluruh Pihak untuk Bahas Masa Depan Yaman Selatan

- Minggu, 04 Januari 2026 | 01:30 WIB
Saudi Undang Seluruh Pihak untuk Bahas Masa Depan Yaman Selatan

Arab Saudi bersiap menggelar sebuah konferensi penting. Tujuannya? Mempertemukan semua faksi yang berseteru di wilayah selatan Yaman. Langkah ini diambil dalam upaya meredakan ketegangan yang sudah berlarut-larut di sana.

Lewat sebuah pernyataan resmi, Kementerian Luar Negeri Saudi menjelaskan maksud dari pertemuan tersebut.

"Pertemuan ini untuk membahas solusi yang adil bagi masalah di selatan," begitu bunyi pernyataan itu.

Inisiatif ini sendiri sebenarnya datang dari permintaan Presiden Yaman, Rashad Al-Alimi. Menurutnya, dialog adalah satu-satunya jalan keluar yang masuk akal untuk menyelesaikan persoalan rumit di kawasan selatan. Di sisi lain, konferensi yang akan digelar ini juga bukan hal yang tiba-tiba. Ini adalah bagian dari komitmen berkelanjutan Riyadh untuk mendorong stabilitas di Yaman, sekaligus menciptakan iklim yang kondusif agar percakapan antar pihak bisa berjalan.

Namun begitu, situasi di lapangan justru terasa semakin panas belakangan ini. Pemerintah Yaman baru-baru ini melancarkan operasi militer di Provinsi Hadramaut. Sasaran mereka adalah kelompok separatis Dewan Transisi Selatan atau STC.

Menanggapi tekanan itu, STC malah mengambil langkah yang lebih jauh. Mereka mengumumkan akan memulai periode transisi selama dua tahun. Dalam kurun waktu itu, dewan ini berencana mengelola penuh wilayah selatan, yang nantinya akan diakhiri dengan referendum kemerdekaan. Langkah ini tentu saja memicu kekhawatiran baru.

Latar belakang konflik ini juga diperumit oleh dinamika regional. Arab Saudi sebelumnya sempat menuding Uni Emirat Arab memberikan dukungan kepada kelompok STC. Tudingan itu dibantah keras oleh UEA, yang kemudian memilih untuk menarik pasukannya dari Yaman. Situasi ini membuat upaya perdamaian yang akan digagas Saudi nantinya diharapkan bisa menjembatani bukan hanya perselisihan internal, tetapi juga ketegangan di antara sekutu-sekutu di kawasan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar