Di Istana Negara, Rabu lalu, Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid menyampaikan laporan yang cukup mengkhawatirkan. Sejak 2019, Indonesia kehilangan sawah seluas 554 ribu hektare. Angka yang sangat besar itu bukan karena bencana, melainkan karena berubahnya fungsi lahan. Ratusan ribu hektare sawah itu kini berubah menjadi kawasan perumahan dan industri.
“Dari tahun 2019 sampai tahun 2024, sawah-sawah di Indonesia itu hilang,” ujar Nusron usai bertemu Presiden Prabowo Subianto.
“Berubah menjadi kawasan industri maupun perumahan sekitar 554 ribu hektare.”
Fakta ini, menurutnya, jelas bertabrakan dengan target swasembada pangan yang jadi bagian dari Asta Cita pemerintahan baru. Makanya, langkah cepat untuk mengamankan sisa lahan sawah dinilai sangat mendesak. Bahkan, Nusron tak ragu menyebut situasi ini sebagai darurat tata ruang.
“Maka kami mengatakan, untuk kepentingan ketahanan pangan, kita sudah darurat RTRW,” tegasnya.
“Karena itu perlu segera dilakukan revisi RTRW.”
Aturan mainnya sebenarnya sudah ada. Perpres Nomor 12 Tahun 2025 menetapkan kategori Lahan Pangan dan Pertanian Berkelanjutan (LP2B), yang mewajibkan minimal 87 persen lahan sawah di tiap provinsi terlindungi dari alih fungsi. Sayangnya, realitas di lapangan jauh dari angka itu. Data RTRW provinsi yang ada sekarang baru mencakup 67,8 persen. Jelas belum memenuhi syarat.
Revisi RTRW pun jadi jalan keluar yang akan ditempuh. Intinya sederhana: mencatat semua sisa sawah sebagai lahan yang tak boleh lagi diusik.
“Supaya angkanya bisa masuk ke level 87 persen dan sawah kita tidak terus hilang,” jelas Nusron.
Targetnya ambisius, revisi itu diharapkan tuntas dalam enam bulan ke depan. Namun begitu, pemerintah tak mau jalan sendiri. Koordinasi dengan daerah akan segera digelar.
“Minggu depan akan ada pertemuan koordinasi dengan pemerintah daerah, para gubernur dan bupati di Sentul,” pungkasnya.
“Kami akan menyampaikan persoalan ini dan berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri.”
Jadi, dalam waktu dekat, isu alih fungsi lahan ini akan jadi agenda panas. Semua mata kini tertuju pada langkah konkret berikutnya, sebelum sawah-sawah itu kembali menyusut.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu