Namun begitu, di balik keakraban ini, ada kerinduan akan kemudahan. Warga sebenarnya mendambakan akses darat yang lebih baik. Harapan itu disampaikan langsung oleh Kepala Desa Pallime, Musdalifah.
Ia menegaskan bahwa jembatan adalah kebutuhan paling mendesak. Impian yang sudah diidamkan warga sejak lama.
“Ada lima desa yang sejak lama mengusulkan pembangunan jembatan. Masing-masing Ajallasse, Pallime, Pusungnge, Laoni, dan Latonro,” jelas Musdalifah.
Terlepas dari tantangan infrastruktur, Pallime punya pesona yang sulit disangkal. Hamparan sungai yang membelah wilayahnya, ditambah dengan aktivitas warga yang harmonis dengan perahu, menciptakan potret pedesaan yang khas dan memikat di Cenrana.
Keunikan ini menjadikan Pallime lebih dari sekadar sekumpulan rumah. Desa ini adalah sebuah cerita tentang adaptasi, tentang bagaimana manusia membangun ritme kehidupannya selaras dengan alam sekitarnya. Sebuah pelajaran sederhana tentang bertahan dan bersahabat dengan lingkungan.
Disarikan dari berbagai keterangan warga dan perangkat desa.
Artikel Terkait
Indah Megahwati Ditangkap, Tersangka Korupsi Rp33 Miliar di Kementan
BMKG Prediksi Hujan Guyur Sulawesi Selatan Sepanjang Hari, Waspada Potensi Angin Kencang
Mendagri Instruksikan Kepala Daerah Siaga Penuh Dua Pekan Saat Lebaran
Dua Pemuda Mabuk Jadi Tersangka Pengeroyolan Kapolsek Kaliwungu