Korban sempat dibawa ke Klinik Pelabuhan Ciwandan. Saat itu, kondisinya masih hidup. Setelah pemeriksaan awal, dirujuklah ia ke RS Krakatau Medika untuk penanganan yang lebih intensif. Sayangnya, upaya medis tak berhasil menyelamatkan nyawanya. Korban dinyatakan meninggal dunia saat masih dalam perawatan.
Kini, penanganan lanjutan sedang dikoordinasikan. Pihak pengurus armada truk Ratu Melati dan PBM PT Galuh Bandar Samudra yang terlibat langsung berkomunikasi. Pelindo Regional 2 Banten sendiri menyatakan sikap kooperatifnya. Mereka siap mendukung penuh aparat berwenang dalam proses pengumpulan data dan investigasi mendalam untuk mengungkap akar masalahnya.
Benny Ariadi menegaskan komitmen perusahaan terhadap keselamatan. Pesannya jelas dan tegas.
“Keselamatan setiap individu di area pelabuhan adalah prioritas utama kami. Melalui kejadian ini, Pelindo Regional 2 Banten kembali memberikan imbauan tegas kepada seluruh petugas operasional, mitra kerja, Perusahaan Bongkar Muat (PBM), dan pengguna jasa transportasi untuk secara ketat dan disiplin mematuhi standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di seluruh area operasional pelabuhan demi mencegah terjadinya insiden serupa di masa mendatang,” ucapnya.
Insiden ini tentu jadi pengingat yang pahit. Di balik hiruk-pikuk aktivitas bongkar muat yang padat, kewaspadaan dan kedisiplinan terhadap prosedur K3 tak boleh kendur sedetik pun.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Gelar Silaturahmi dengan Jokowi, Megawati, dan SBY di Istana
Bekas Tambang Marmer di Maros Bertransformasi Jadi Destinasi Wisata Instagrammable
Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Sinabang, Aceh
Penerapan Pasal Obstruction of Justice dalam UU Tipikor Dikritik Brutal oleh Pengacara