Davos, Swiss – Dari forum ekonomi elit dunia itu, Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, menyuarakan pesan yang berbeda. Ia hadir mewakili Presiden Recep Tayyip Erdogan dalam sebuah momen yang jauh dari pembahasan pasar saham atau investasi: penandatanganan Piagam Dewan Perdamaian.
Fidan menjelaskan, piagam itu punya tujuan yang jelas: mengakhiri peperangan dan membangun kembali Gaza. Erdogan sendiri disebutkan sebagai anggota pendiri dewan tersebut, meski kali ini tak hadir langsung di Davos.
“Ini kesempatan bersejarah,” tegas Fidan.
Menurutnya, melalui dewan ini, penderitaan panjang rakyat Gaza bisa diringankan. Kebutuhan kemanusiaan mereka harus dipenuhi. Dan yang lebih penting lagi, membangun sebuah perdamaian yang tak cuma langgeng, tapi juga inklusif untuk seluruh kawasan.
Nada optimismenya terasa kuat. Ia yakin, dengan kerja sama erat bersama rakyat Gaza, Dewan Perdamaian akan membentuk masa depan wilayah itu. Kontribusinya bagi pemulihan dan perdamaian diharapkan akan signifikan.
Keyakinan itulah yang mendasari tekadnya. Tekad untuk sebuah masa depan yang memungkinkan, di mana suara rakyat Gaza akhirnya didengar. Hak-hak mereka dijamin. Dan mereka bisa hidup dalam kedamaian yang sesungguhnya.
Gazze’de savaşı sonlandırmayı ve yeniden imarı hedefleyen Barış Kurulu’nun Şartı’nın, Davos’ta düzenlenen imza törenine Sayın Cumhurbaşkanımızı temsilen katıldık.
— Hakan Fidan (@HakanFidan) January 22, 2026
Sayın Cumhurbaşkanımızın da kurucu üye olarak yer aldığı Barış Kurulu, Gazze halkının uzun süredir maruz kaldığı… https://t.co/R5V51facU0
Artikel Terkait
Dua Ganda Putri Indonesia Melaju ke Perempat Final Australian Open 2026
Gerindra Bantah Instruksikan Kader Miliki Dapur SPPG, Sebut Inisiatif Pribadi
Kejagung Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi Makan Bergizi Gratis, Pengusaha Swasta Jadi Orang Kepercayaan Mantan Wakil Kepala BGN
KPK Sita Rp200 Juta dan Mobil Mewah dalam Kasus Suap Audit BPK yang Seret Bupati Muara Enim