Di sisi lain, aspek keselamatan tetap jadi prioritas utama. Kemenhub mengaku terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari Airnav Indonesia, maskapai, pengelola bandara, hingga otoritas penerbangan asing. Tujuannya jelas: memastikan informasi keamanan selalu mutakhir dan penerbangan tetap aman serta lancar.
Langkah serupa juga diambil sejumlah negara. Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan beberapa negara lain bahkan sudah menutup ruang udaranya sementara untuk semua jenis penerbangan.
"Kami telah berkoordinasi dan meminta maskapai memonitor kondisi ruang udara Timur Tengah, termasuk untuk perjalanan umroh," ungkap Dudy.
Menyikapi pembatalan dan penyesuaian yang terjadi, Menhub juga telah meminta maskapai dan pengelola bandara memberikan penanganan yang layak bagi penumpang yang terdampak. Mulai dari urusan dokumen di imigrasi, akomodasi, hingga penjadwalan ulang penerbangan, semuanya harus mengikuti prosedur yang berlaku.
Yang penting, Dudy memastikan operasional penerbangan di seluruh bandara Indonesia, khususnya rute internasional, masih berjalan optimal. Baik untuk keberangkatan maupun kedatangan, situasinya tetap aman dan lancar. Setidaknya, untuk saat ini.
Artikel Terkait
PKB Kecam Serangan Udara ke Pemimpin Iran, Desak PBB Selidiki Pelanggaran Hukum Internasional
Film Kolosal Macan Betina dari Timur Angkat Kisah Pahlawan Luwu Opu Daeng Risadju
Harga Emas Galeri24 dan UBS Naik di Awal Pekan
BSI Bone Luncurkan Program Bone Berhaji, Diapresiasi Bupati