Menurut penjelasan dalam maklumat, saat matahari terbenam pada hari ijtimak atau konjungsi, sebelum pukul 24:00 UTC, sudah ada wilayah di bumi yang memenuhi parameter tertentu. Syaratnya, tinggi bulan lebih dari 5 derajat dan elongasinya minimal 8 derajat. Kondisi itu yang jadi patokan.
Nah, di sisi lain, pertimbangan tak kalah pentingnya adalah keseragaman. Muhammadiyah menegaskan bahwa penetapan ini juga didasari keyakinan bahwa seluruh dunia akan memasuki 1 Syawal pada tanggal yang sama.
“Di seluruh dunia tanggal 1 Syawal 1447 H jatuh pada hari Jumat Legi, 20 Maret 2026 M,”
Demikian poin penegas dalam maklumat itu. Jadi, keputusan ini bukan cuma untuk dalam negeri, tapi diyakini berlaku secara global. Menarik untuk dilihat nanti, apakah keputusan pemerintah melalui sidang isbat akan sejalan atau justru berbeda. Seperti kita tahu, perbedaan metode hisab dan rukyat kerap memunculkan variasi.
Artikel Terkait
Aubameyang Jadi Pahlawan, Marseille Balikkan Keunggulan Lyon 3-2 di Injury Time
Go Ahead Eagles Kalahkan Excelsior 1-0, Jonathans dan James Turun Bermain
Imsak Jatuh Pukul 04.17 WIB untuk Warga Yogyakarta Hari Ini
Drama Gol Bunuh Diri Warnai Hasil Imbang Antalyaspor vs Fenerbahçe