Jakarta - Punya otak yang sehat dan fungsi kognitif yang optimal? Kuncinya ternyata sederhana, tapi sering diabaikan: tidur yang cukup. Bukan sekadar tidur, tapi tidur dengan kualitas baik dan durasi yang pas. Bagi kebanyakan orang dewasa, itu berarti lebih dari enam jam setiap malam.
Namun begitu, banyak yang merasa diri mereka baik-baik saja dengan hanya enam jam waktu terlelap. Dr. Sudhir Kumar, seorang ahli neurologi di Rumah Sakit Apollo, Hyderabad, memperingatkan bahwa perasaan "baik-baik saja" itu bisa menipu. Tubuh mungkin terasa fit, tapi otak menunjukkan perubahan yang cukup signifikan.
Ungkapan itu dia sampaikan dalam sebuah unggahan daring, Minggu (1/3). Intinya, tidur enam jam secara rutin bukanlah strategi untuk meningkatkan produktivitas. Itu justru mengakumulasi stres neurologis. Meski kita sendiri mungkin tak menyadari penurunannya, otak pasti merasakan dampak buruknya.
Dan inilah bagian yang agak mengkhawatirkan dari penelitian tersebut: para peserta studi sama sekali tidak sadar ada yang berbeda. Mereka merasa berfungsi normal-normal saja.
Lalu, perubahan apa saja yang terjadi di otak ketika kita kurang tidur? Rentang perhatian jadi menciut. Waktu reaksi melambat. Memori kerja terganggu, dan kemampuan mengambil keputusan pun jadi lebih buruk. Ironisnya, kurang tidur tidak membuat seseorang merasa seperti mabuk. Justru sebaliknya, rasa percaya diri malah bisa meningkat, membuat kita mengabaikan sinyal bahaya yang diberikan oleh tubuh sendiri.
Artikel Terkait
Anggota DPR Soroti Sistemik KDRT Usai Kasus Pembunuhan Istri di Kepulauan Riau
Inter Milan Kokoh di Puncak Klasemen, Jarak 10 Poin dari AC Milan
BMKG Prakirakan Hujan Ringan Melanda Sejumlah Wilayah, Waspada Hujan Sedang di Yogyakarta dan Kupang
Gangguan Rel Bogor-Cilebut Hambat Ribuan Komuter di Puncak Jam Sibuk