Jakarta - Punya otak yang sehat dan fungsi kognitif yang optimal? Kuncinya ternyata sederhana, tapi sering diabaikan: tidur yang cukup. Bukan sekadar tidur, tapi tidur dengan kualitas baik dan durasi yang pas. Bagi kebanyakan orang dewasa, itu berarti lebih dari enam jam setiap malam.
Namun begitu, banyak yang merasa diri mereka baik-baik saja dengan hanya enam jam waktu terlelap. Dr. Sudhir Kumar, seorang ahli neurologi di Rumah Sakit Apollo, Hyderabad, memperingatkan bahwa perasaan "baik-baik saja" itu bisa menipu. Tubuh mungkin terasa fit, tapi otak menunjukkan perubahan yang cukup signifikan.
"Dalam studi terkontrol, orang yang hanya tidur enam jam per malam selama dua minggu menunjukkan kinerja kognitif seolah-olah mereka telah terjaga selama 24 hingga 48 jam nonstop,"
Ungkapan itu dia sampaikan dalam sebuah unggahan daring, Minggu (1/3). Intinya, tidur enam jam secara rutin bukanlah strategi untuk meningkatkan produktivitas. Itu justru mengakumulasi stres neurologis. Meski kita sendiri mungkin tak menyadari penurunannya, otak pasti merasakan dampak buruknya.
Dan inilah bagian yang agak mengkhawatirkan dari penelitian tersebut: para peserta studi sama sekali tidak sadar ada yang berbeda. Mereka merasa berfungsi normal-normal saja.
Lalu, perubahan apa saja yang terjadi di otak ketika kita kurang tidur? Rentang perhatian jadi menciut. Waktu reaksi melambat. Memori kerja terganggu, dan kemampuan mengambil keputusan pun jadi lebih buruk. Ironisnya, kurang tidur tidak membuat seseorang merasa seperti mabuk. Justru sebaliknya, rasa percaya diri malah bisa meningkat, membuat kita mengabaikan sinyal bahaya yang diberikan oleh tubuh sendiri.
Di sisi lain, Dr. Kumar menegaskan bahwa sebagian besar orang dewasa sebenarnya membutuhkan tujuh hingga sembilan jam tidur setiap malam. Ini bukan soal kenyamanan semata, melainkan kebutuhan mendasar untuk kesehatan kognitif.
"Tidur bukanlah perawatan opsional. Tidur adalah perbaikan otak harian,"
tambahnya tegas.
Lantas, berapa lama sebenarnya waktu tidur yang ideal? Menurut Mayo Clinic, angkanya bervariasi tergantung usia. Bayi berusia 4 hingga 12 bulan butuh tidur panjang, sekitar 12-16 jam. Saat menginjak usia 1-2 tahun, kebutuhan itu turun sedikit menjadi 11-14 jam.
Memasuki usia pra-sekolah (3-5 tahun), anak-anak butuh 10-13 jam tidur. Usia sekolah (6-12 tahun) sekitar 9-12 jam. Remaja (13-18 tahun) disarankan tidur 8-10 jam. Dan saat dewasa, minimal tujuh jam atau lebih adalah angka yang harus diusahakan.
Jadi, mulai malam ini, mungkin ada baiknya kita memandang waktu tidur bukan sebagai waktu yang terbuang, melainkan sebagai sesi perawatan wajib untuk mesin paling canggih yang kita miliki: otak kita sendiri.
Artikel Terkait
Tokoh Nasional Deklarasikan GAKSI, Tuntut Penuntasan Kasus Ijazah Jokowi
Crystal Palace dan Strasbourg Balikkan Keadaan, Lolos ke Semifinal Liga Conference Eropa
Delapan Penumpang Helikopter Matthew Air Ditemukan Meninggal, Evakuasi Terkendala Medan
Gencatan Senjata Lebanon-Israel Berlaku, Tembakan Masih Terdengar di Selatan