RS Tolak Warga Baduy Dalam Terluka karena Tak Punya KTP, AMAN: Harusnya Utamakan Kemanusiaan
Kepala Divisi Penanganan Kasus Pengurus Besar Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Sinung Karto, mengkritik rumah sakit di Jakarta yang menolak menangani warga Baduy Dalam yang terluka dengan alasan tidak memiliki KTP.
Menurut Sinung, seharusnya rumah sakit memahami bahwa warga Baduy Dalam seringkali belum memiliki dokumen kependudukan seperti KTP. "Harusnya RS menyingkirkan sisi administrasi karena KTP kan cuma administrasi. Harusnya RS mengedepankan aspek kemanusiaan," tegas Sinung dalam keterangannya, Selasa (4/11).
Ia menambahkan bahwa identitas masyarakat Baduy Dalam sebenarnya mudah dikenali, terutama bagi warga Jakarta. "Enggak asing bagi orang-orang yang tinggal di Jakarta," ujarnya.
Mendorong Pemberian KTP untuk Masyarakat Adat
Sinung mengungkapkan bahwa banyak masyarakat adat di Indonesia yang belum memiliki KTP. AMAN sendiri telah mendorong pemerintah untuk memfasilitasi pemberian KTP bagi komunitas adat. "Mereka warga negara Indonesia juga," tandasnya.
Artikel Terkait
Bripka Septian Gugur Saat Amankan Mudik di Pekalongan
Kemenhub Imbau Pemudik Manfaatkan WFA untuk Hindari Puncak Arus Balik 24 Maret
Anggota DPR Tolak Wacana Sekolah Daring Mulai 2026, Ingatkan Trauma Learning Loss
Paus Leo XIV Desak Penghentian Konflik Timur Tengah, Sebut Penderitaan sebagai Skandal