BANYUMAS - Kalau lewat kawasan Kauman Lama di Purwokerto jelang maghrib, aromanya langsung tercium. Gurih, pedas, berempah. Itu tanda kios-kios keong sawah rebus lagi ramai. Ya, menu yang satu ini memang jadi buruan warga Banyumas, Jawa Tengah, setiap Ramadan tiba. Seolah ada ritual tersendiri: berbuka puasa belum lengkap rasanya tanpa sepiring keong rebus yang sedap itu.
Proses memasaknya sendiri butuh kesabaran ekstra. Keong yang sudah dibersihkan dicampur dengan aneka rempah, lalu direbus dalam wajan besar. Nah, ini kuncinya: perebusan bisa makan waktu empat sampai lima jam lamanya. Tujuannya biar daging keongnya empuk dan bumbunya benar-benar meresap sampai ke dalam.
Menurut sejumlah saksi, antrean di depan kios-kios itu sudah biasa terjadi. Pembeli rela menunggu demi bisa membawa pulang hidangan khas Banyumasan ini. Yang menarik, daya tarik keong rebus ternyata nggak cuma untuk warga lokal. Banyak juga pembeli yang datang dari kota tetangga, seperti Cilacap, Banjarnegara, dan Purbalingga. Mereka bilang, rasanya bikin ketagihan.
“Rasanya kurang lengkap kalau puasa belum makan keong. Di sini rasanya rempah banget, kerasa pedes dan cukup memuaskan di lidah,”
Kata Anang Firmansyah, salah seorang pembeli, Jumat lalu. Bagi Anang, cita rasa keong rebus ini punya kekhasan yang sulit dicari di menu lain.
Artikel Terkait
Lechumanan Desak Polisi Tahan Roy Suryo, Kubu Jokowi Serahkan ke Jalur Hukum
Kedai Baca di Bone Jadi Favorit Ngabuburit Ramadan, Fasilitas Lengkap dan Gratis
Buka Puasa di Banjarmasin Hari Ini Pukul 18.43 WIB
KPK Tahan Pejabat Bea Cukai Terkait Kasus Suap dan Rp 5,19 Miliar di Apartemen