Di sisi lain, para penjual pun senang melihat animo masyarakat. Dani Alfri Zulkar, salah satu pedagang, mengaku penjualannya melonjak drastis selama bulan puasa.
“Direbus 5-6 jam biar tekstur sama rasa rempahnya meresap dan daging keongnya jadi empuk,”
jelas Dani soal rahasia di balik kelezatan hidangannya.
Dani menyebut, dalam sehari dia bisa menghabiskan stok keong matang hingga 100 kilogram. Angka yang fantastis, mengingat di hari-hari biasa penjualannya cuma sekitar 20 sampai 30 kilogram saja. Faktor harga mungkin jadi salah satu pendorongnya. Dengan Rp60.000 per kilogram, warga bisa menikmati kuliner unik yang rasanya memang nendang ini.
Jadi, jangan heran kalau suasana ramai dan antrean panjang jadi pemandangan khas di sana setiap sore. Keong sawah rebus telah menjelma jadi ikon buka puasa yang ditunggu-tunggu, tahun demi tahun.
Artikel Terkait
Lechumanan Desak Polisi Tahan Roy Suryo, Kubu Jokowi Serahkan ke Jalur Hukum
Kedai Baca di Bone Jadi Favorit Ngabuburit Ramadan, Fasilitas Lengkap dan Gratis
Buka Puasa di Banjarmasin Hari Ini Pukul 18.43 WIB
KPK Tahan Pejabat Bea Cukai Terkait Kasus Suap dan Rp 5,19 Miliar di Apartemen