"Secara prosedur, polisi memang bisa menetapkan seseorang sebagai tersangka dulu dalam penyelidikan. Kalau ada yang tewas, ya harus dicari penyebabnya. Di sinilah polisi butuh bukti, dan ada diskresi untuk menahan atau tidak," ujar Suparman.
Tapi di situlah masalahnya. Ada jurang lebar antara tuntutan hukum yang kaku dan tuntutan rasa keadilan masyarakat. Sayangnya, situasi saat ini justru memberi ruang bagi polisi untuk bergerak ketat sesuai prosedur. Alhasil, ketika seseorang ditetapkan sebagai tersangka apalagi sampai ditahan reaksi publik langsung negatif.
"Publik langsung bilang: polisi ngawur, polisi begini, polisi begitu. Ini efek dari rendahnya kepercayaan publik pada penegakan hukum kita. Kepercayaan pada polisi dan pengadilan memang sedang merosot," tegas Suparman.
Padahal, bisa jadi tindakan polisi itu benar secara prosedural. Namun, kebenaran versi aparat sudah tidak dipercaya lagi. Akar masalahnya panjang. Sudah terlalu banyak kasus dan peristiwa di mana polisi, kejaksaan, dan pengadilan melakukan penyimpangan.
"Tindakan yang menyimpang dari prosedur sudah sering terjadi. Akibatnya, timbul ketidakpercayaan. Inilah mahalnya kepercayaan itu. Negara hadir, tapi justru tidak menimbulkan simpati atau empati," lanjutnya.
Yang terjadi malah sebaliknya. Kehadiran negara melalui aparatnya justru melahirkan antipati. Ini, ditegaskan Suparman, harus jadi bahan introspeksi serius. Hukum harus ditegakkan sesuai prosedur, tapi juga dengan hati.
Selain itu, aparat perlu lebih menyelami gejolak perasaan masyarakat yang sedang memanas. Ia menyinggung satu contoh yang mungkin bisa jadi pelajaran: tindakan Polresta Yogyakarta yang mengapresiasi korban penjambretan yang menabrak pelakunya.
"Tindakan itu diapresiasi publik, meski secara prosedur belum tentu benar. Di sinilah sulitnya mempertemukan kedua kondisi itu. Mudah-mudahan, lewat peristiwa-peristiwa seperti ini, polisi dan aparat kita mulai bangkit menegakkan KUHP dan KUHAP dengan cara yang benar," harap Suparman.
Artikel Terkait
Jenazah Perempuan Ditemukan Mengapung di Sungai Paria Barru, Diduga Korban Tenggelam Saat Cari Kerang
Kisah Prajurit Ngatijan dan Ilmu Kebal yang Selamatkan Rekan dari Tembakan Belanda di Papua
Polri dan Kemenhaj Bentuk Satgas Khusus untuk Berantas Penipuan Haji dan Umrah
Ledakan Tabung Gas di Pabrik Gizi Ngawi Lukai Satu Pekerja