“Enggak, enggak ada itu,” jawabnya singkat. Senyum mengembang di wajahnya, mencairkan kesan serius dari pertanyaan tersebut.
Selain pujian personal, Trump dalam pidatonya juga menyentuh soal tanggung jawab kepemimpinan Prabowo. Ia terkesan bahkan mungkin agak tercengang dengan skala negara yang dipimpinnya. Memimpin Indonesia dengan populasi hampir 280 juta jiwa, menurut Trump, jelas bukan pekerjaan mudah. Itu adalah beban yang sangat berat, dan ia mengakuinya.
Di sisi lain, forum BoP sendiri tentu punya agenda utama yang jauh dari sekadar pujian. Pertemuan itu membahas peran serta kontribusi berbagai negara untuk mendorong gencatan senjata di Gaza. Para pemimpin yang hadir sepakat, yang dibutuhkan sekarang adalah langkah konkret dan komitmen jangka panjang. Bukan sekadar kesepakatan damai sementara, tapi stabilitas yang adil dan berkelanjutan.
Namun begitu, di tengah pembahasan berat seputar konflik dan perdamaian, momen ringan antara Trump dan Prabowo itu sempat menyita perhatian. Ia menjadi sorotan kecil yang mencairkan ketegangan, mengingatkan bahwa di balik forum-forum resmi, ada dinamika manusiawi antar pemimpin yang kadang justru lebih menarik untuk diamati.
Artikel Terkait
Standing Ovation dari Tifosi Inter untuk Bastoni di Tengah Sorotan Negatif
Pemulihan Pascabencana Sumatera Diperkirakan Rampung dalam Tiga Tahun
Kiper Bosnia Curi Catatan Penalti Donnarumma, Picu Kontroversi di Laga Internasional
Mahasiswa Blokade Flyover Makassar, Tuntut Penuntasan Kasus Penyiraman Air Keras