Destinasi yang satu ini memang paling fotogenik. Masjid Amirul Mukminin, yang terletak di Jalan Penghibur, tepian Pantai Losari, lebih populer dengan sebutan Masjid Terapung. Saat air pasang, bangunan putih ini tampak seolah melayang di atas permukaan laut. Pemandangan inilah yang membuatnya begitu istimewa, terutama saat senja tiba.
Selain menjadi tempat ibadah, masjid ini juga cocok untuk menikmati pemandangan matahari terbenam dan mengambil foto-foto Instagramable.
Suasana sore di masjid ini sangat menenangkan, apalagi saat bulan Ramadan, menjadikannya lokasi ngabuburit yang berbeda.
Simbol Toleransi di Masjid Muhammad Cheng Ho
Wisata sejarah dan budaya menemukan bentuknya yang indah di Masjid Muhammad Cheng Ho, yang berlokasi di Jalan Danau Tanjung Bunga. Masjid ini adalah perpaduan menawan antara arsitektur Islam dan elemen budaya Tionghoa, dibangun untuk menghormati Laksamana Muslim dari Tiongkok, Cheng Ho. Ornamen naga dan kaligrafi khas menjadi daya tarik utamanya, menciptakan kesan yang sangat berbeda dari masjid pada umumnya.
Keberadaannya tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi simbol nyata toleransi dan keragaman budaya yang telah lama hidup di Makassar. Setiap detail bangunannya mengundang decak kagum dan rasa ingin tahu untuk dipelajari lebih dalam.
Dari kemegahan arsitektur modern, denyut nadi aktivitas komunitas, keunikan konsep terapung, hingga percampuran budaya yang harmonis, masjid-masjid ikonik di Makassar membuktikan bahwa wisata religi dapat sangat kaya dan multidimensional. Kunjungan ke tempat-tempat ini tidak hanya bernilai spiritual, tetapi juga merupakan perjalanan menyelami identitas, sejarah, dan estetika Kota Daeng.
Artikel Terkait
Leeds United Singkirkan West Ham Lewat Drama Adu Penalti di Perempat Final FA Cup
Frankfurt Gagal Pertahankan Keunggulan, Köln Bangkit untuk Raih Poin 2-2
Petrokimia Gresik Sapu Bersih Jakarta Electric PLN 3-0 di Final Four Proliga
Keputusan Tahanan Rumah Yaqut Picu Gelombang Permohonan Serupa di KPK