"Rumah genting roboh, motor dan mobil rusak," jelas Arjuna saat ditemui di lokasi kejadian.
Sang pemilik rumah, Setyorini, sama sekali tidak berada di tempat saat ledakan mengguncang. Ia baru mendapat kabar buruk itu dari tetangga yang berlarian. Korban adalah anaknya sendiri, Rosid, bersama dua temannya, Abel dan Syafi.
"Informasi yang saya tahu itu lukanya di kaki kanan dan kiri terus yang satu lagi keluar darah gitu dari hidung," ungkap Setyorini dengan suara bergetar, menggambarkan kondisi korban.
Penyelidikan Berlanjut
Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih mendalami kasus ini secara menyeluruh. Fokus penyelidikan tidak hanya pada kronologi ledakan, tetapi juga pada asal-usul bahan baku peledak yang mudah didapatkan oleh anak-anak di bawah umur. Insiden ini kembali menyoroti bahaya laten permainan petasan ilegal dan pentingnya pengawasan ketat dari orang tua terhadap aktivitas anak, terutama di saat-saat tertentu.
Artikel Terkait
Pemuda Pencuri Kabel Tersengat 20.000 Volt di Gardu Listrik Jambi
KNVB Nyatakan Dokumen Maarten Paes Sah, Polemik Paspoortgate Berakhir
Bhayangkara Presisi Hancurkan Samator 3-0 di Final Four Proliga
Polisi Tangkap Pelaku Penipuan Arisan Bodong di Trenggalek Usai Kabur ke Timor Leste