Langkosek, Camilan Tradisional Makassar, Bertahan di Tengah Gempuran Kudapan Modern

- Rabu, 11 Februari 2026 | 21:00 WIB
Langkosek, Camilan Tradisional Makassar, Bertahan di Tengah Gempuran Kudapan Modern

MURIANETWORK.COM - Langkosek, camilan tradisional Sulawesi Selatan berbahan dasar jagung goreng, masih bertahan dan mudah ditemui di tengah masyarakat, khususnya di Kota Makassar. Camilan renyah ini kerap menjadi teman santai keluarga atau pendamping minum teh, dengan proses pembuatan tradisional yang membedakannya dari varian jagung goreng serupa.

Mengenal Langkosek, Kudapan Tradisional yang Tetap Dicari

Keberadaan langkosek di Makassar kini tidak hanya terbatas di dapur rumah. Camilan ini semakin mudah dijumpai, berjejer rapi di gadde-gadde atau toko kelontong, terutama di kawasan selatan kota. Fenomena ini menunjukkan bahwa di balik gempuran camilan modern, rasa nostalgia dan keunikan cita rasa tradisional masih memiliki pangsa pasar tersendiri.

Secara sekilas, langkosek memang mengingatkan pada jagung marning khas Bulukumba. Keduanya sama-sama sajian jagung kering yang digoreng hingga renyah. Namun, bagi penikmat setianya, perbedaan mendasar terletak pada jenis jagung dan ritual pengolahannya yang khas.

Proses Tradisional di Balik Renyahnya Langkosek

Langkosek pada dasarnya adalah jagung goreng. Dalam bahasa Makassar, istilah 'langkose' memang merujuk pada jagung atau kacang goreng, sementara dalam bahasa Bugis dikenal sebagai 'langkoseng'. Yang membuatnya istimewa adalah kesetiaan pada proses turun-temurun.

Camilan ini umumnya terbuat dari jagung pulut atau jagung ketan pilihan. Prosesnya dimulai dengan merebus jagung, seringkali dengan tambahan kapur sirih, lalu menjemurnya di bawah terik matahari hingga benar-benar kering sebelum akhirnya digoreng. Hasilnya adalah tekstur yang ringan, renyah sempurna, dan rasa gurih yang meresap.

Tak heran jika ada ungkapan populer yang menjulukinya sebagai camilan "pereda sakit kepala".

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar