Hujan deras yang mengguyur Grobogan, Kamis (2/4) malam, kembali memicu banjir di wilayah ini. Tak tanggung-tanggung, dua belas desa di empat kecamatan terendam air. Kejadian ini berawal dari hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang turun beberapa jam sebelumnya.
Muhaimin, Operator Pusdalop BPBD setempat, menjelaskan kronologinya. Hujan mulai turun antara pukul tiga sampai setengah lima sore. Beberapa jam kemudian, tepatnya sekitar pukul delapan malam, air sungai yang meluap sudah membanjiri permukiman.
"Banjir terjadi akibat luapan Sungai Tuntang yang merendam sejumlah wilayah dengan ketinggian air berkisar 10 hingga 50 sentimeter," ujarnya, Jumat.
Di Kecamatan Kedungjati, delapan desa jadi korban: Ngombak, Kedungjati, Wates, Karanglangu, Kalimaro, Jumo, Padas, dan Deras. Genangan tak hanya masuk ke rumah-rumah warga, tapi juga menutupi akses jalan di dusun-dusun seperti Kranggeneng dan Morosempol.
Sementara itu, nasib serupa dialami warga Desa Sugihmanik, Kecamatan Tanggungharjo. Kali ini, Sungai Kliteh yang meluap. Air setinggi hampir setengah meter merendam permukiman di Randusari dan sekitarnya.
Yang cukup mengganggu adalah genangan di jalur utama.
Artikel Terkait
Ditjenpas Salurkan 10.235 Kerudung untuk Korban Banjir Aceh
Atap PAUD Ambruk di Pandeglang, Laporan Revitalisasi Sebelumnya Tak Digubris
Kebakaran Diduga Korsleting Hanguskan Ruang Guru SD di Bogor, Ujian Ditunda
BMKG Catat 422 Gempa Susulan Usai Gempa M 7,6 di Bitung