Megawati Terima Doktor Kehormatan di Arab Saudi, Tekankan Pemberdayaan Perempuan Kunci Kemajuan Negara

- Senin, 09 Februari 2026 | 22:00 WIB
Megawati Terima Doktor Kehormatan di Arab Saudi, Tekankan Pemberdayaan Perempuan Kunci Kemajuan Negara

Di sebuah universitas di Riyadh, Arab Saudi, suasana tampak khidmat. Megawati Soekarnoputri, presiden perempuan pertama Indonesia, berdiri di hadapan para hadirin. Ia baru saja menerima gelar Doctor Honoris Causa dari Princess Nourah bint Abdulrahman University, Senin lalu. Dan pidatonya cukup menggugah.

Intinya jelas: pemberdayaan perempuan adalah penentu kualitas sebuah negara. Bukan sekadar pelengkap, tapi elemen esensial. "Pemberdayaan perempuan bukanlah ancaman terhadap nilai, budaya, atau tradisi," tegas Megawati.

Pernyataan itu ia sampaikan dengan penuh wibawa. Menurutnya, negara yang mengecualikan separuh populasinya dari proses pembangunan hanya akan menuai ketimpangan. Bahkan, berisiko kehilangan keseimbangan sosial dan moralnya. Negara harus dipahami sebagai peradaban yang hidup, bukan cuma struktur administratif belaka. Dan peradaban itu butuh semua potensinya, tak peduli gender.

Pengalamannya memimpin Indonesia, negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, jadi bukti nyata. Keterlibatan perempuan, dalam pandangannya, berdampak langsung pada kualitas kebijakan publik yang dihasilkan. Pemerintahan yang efektif mustahil terwujud kalau perempuan terus dikesampingkan dari meja pengambilan keputusan strategis.

Editor: Dewi Ramadhani


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar