Kabar baik datang dari sektor pertanian. Menjelang akhir Maret 2026 ini, panen raya padi sedang berlangsung serentak di berbagai penjuru tanah air. Kondisi ini, menurut Kementerian Pertanian, membuat ketersediaan pangan nasional benar-benar dalam posisi aman.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sendiri yang menegaskannya. Ia menyebut produksi pangan kita saat ini sangat mampu menjamin kecukupan stok untuk seluruh masyarakat.
"Ketersediaan pangan kita sangat aman. Total stok beras nasional cukup untuk 324 hari ke depan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,"
tegas Mentan Amran.
Angkanya pun cukup meyakinkan. Cadangan Beras Pemerintah di gudang Bulog tercatat sudah lebih dari 4 juta ton. Bahkan, diproyeksikan bakal mendekati 5 juta ton dalam waktu dekat. Ini tentu jadi penguat ketahanan pangan kita.
Di sisi lain, momentum panen raya ini datang di waktu yang tepat. Pasalnya, ia turut menjaga stabilitas pasokan dan harga, khususnya jelang perayaan Nyepi dan Idul Fitri. Alhasil, lonjakan harga yang biasanya terjadi bisa diredam.
Gambaran ini nyata terlihat di lapangan. Ambil contoh di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Di Desa Mulawarman, Kecamatan Tenggarong Seberang, kegiatan panen berjalan lancar sebagai bagian dari program ketahanan pangan berbasis desa.
Program itu melibatkan BUMDes dan kelompok tani, mengelola lahan seluas 350 hektar. Sekitar 350 petani terlibat, dan sebagian lahannya sudah benar-benar produktif. Kolaborasi antara pemerintah desa, BUMDes, petani, dan swasta ini jadi contoh bagus penguatan produksi pangan dari tingkat tapak.
Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, melihat momen ini sebagai bagian dari transformasi ekonomi daerah.
"Panen hari ini adalah bukti nyata komitmen kita menjadikan Kutai Kartanegara sebagai lumbung pangan Kalimantan Timur. Saat ini kita memiliki 13.000 hektar lahan padi sawah produktif. Fokus ke depan adalah meningkatkan produktivitas dari 5 ton menjadi 6 ton per hektar melalui ekstensifikasi dan mekanisasi,"
ujar Bupati Aulia, Rabu (25/3/2026).
Pandangan serupa disampaikan oleh Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Yudi Sastro. Menurutnya, kunci menjaga keberlanjutan produksi ada pada peningkatan luas tambah tanam dan produktivitas.
"Peningkatan luas tambah tanam (LTT) merupakan strategi utama dalam menjaga stabilitas produksi padi, dari sisi ekstensifikasi. Dan dari sisi intensifikasi juga harus ditingkatkan, dengan meningkatkan produktivitasnya,"
jelasnya.
Untuk mendukung hal itu, Kementan tak berhenti mendorong penyediaan sarana produksi. Dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan) terus digenjot agar efisiensi dan produktivitas petani makin naik.
Dengan meluasnya area panen raya, optimisme pemerintah cukup beralasan. Produksi padi nasional dipastikan terjaga, yang pada akhirnya akan memperkuat cadangan pangan dan menjaga stabilitas harga dalam jangka panjang. Semua bergerak, dari tingkat desa hingga nasional.
Artikel Terkait
Harga Emas Batangan di Pegadaian Naik, Galeri24 dan UBS Kompak Cetak Rekor
Mantan Pegawai Peternakan di Bulukumba Curi Sapi, Potong Lalu Jual Dagingnya ke Pasar
DePA-RI dan Law Society of Singapore Perkuat Kerja Sama Hukum Bilateral demi Perlindungan Investasi Lintas Negara
Mahasiswi Unhas Ditemukan Tewas di Kampus Gowa, Diduga Jatuh dari Lantai Tiga